Ilustrasi emas batangan. Foto: Bullionvault.com
Harga Emas Masih Berpotensi Melemah, Ini Proyeksi dan Penyebabnya
Husen Miftahudin • 31 July 2026 10:45
Jakarta: Dupoin Futures memproyeksikan harga emas dunia (XAU/USD) masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan akhir Juli 2026. Tekanan jual dinilai masih mendominasi setelah harga gagal mempertahankan momentum penguatan di area resistance penting.
Meski demikian, prospek jangka menengah emas dinilai masih positif sehingga pelemahan yang terjadi saat ini dipandang sebagai koreksi sehat dalam tren yang lebih besar, bukan sebagai perubahan arah tren secara keseluruhan.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan berdasarkan analisis pada time frame H4, harga emas gagal ditutup di atas level USD4.120, yang merupakan area resistance penting untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik.
"Kegagalan bertahan di atas level tersebut menunjukkan tekanan beli belum cukup kuat sehingga memicu aksi ambil untung dan meningkatkan tekanan jual dalam jangka pendek," ujar Geraldo dalam riset Dupoin Futures, Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut dia, selama harga masih bergerak di bawah level USD4.120, peluang koreksi dinilai lebih besar dibandingkan potensi penguatan. Dupoin Futures menilai munculnya pola swing high pada kerangka waktu yang lebih kecil menjadi indikasi momentum kenaikan mulai melemah.
Pola tersebut memperkuat sinyal pelaku pasar mulai didominasi aksi jual sehingga harga berpotensi bergerak menuju area support berikutnya. Dalam proyeksi teknikal, level USD4.026 menjadi target koreksi terdekat sekaligus area penting yang akan menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Apabila tekanan jual mampu menembus level tersebut, koreksi berpotensi berlanjut ke area yang lebih rendah. Sebaliknya, jika support USD4.026 mampu bertahan dan memicu kembali minat beli, peluang terjadinya rebound secara teknikal akan kembali terbuka.
Tren jangka menengah masih bullish
Meski tekanan jangka pendek masih cenderung bearish, Dupoin Futures menilai struktur tren emas secara keseluruhan belum berubah.
Berdasarkan klasifikasi yang digunakan perusahaan, tren jangka pendek (short term) dan jangka menengah (medium term) masih berada dalam fase bullish, sedangkan tren jangka panjang (long term) masih menunjukkan kecenderungan bearish.
Kondisi tersebut mengindikasikan pelemahan saat ini masih tergolong koreksi sementara selama level support utama tetap mampu dipertahankan.
Geraldo menambahkan perbedaan arah tren pada berbagai kerangka waktu merupakan hal yang lazim di pasar keuangan.
Karena itu, trader jangka pendek disarankan tetap mewaspadai tekanan jual, sedangkan investor dengan horizon investasi lebih panjang dapat menunggu konfirmasi pergerakan harga di area support sebelum mengambil keputusan.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Sentimen fundamental masih dukung harga emas
Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai emas masih memperoleh dukungan dari tingginya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian geopolitik akibat konflik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina dinilai masih menjadi faktor yang menopang minat investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.
Namun, sentimen tersebut masih diimbangi sikap Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan serta menegaskan arah kebijakan berikutnya akan bergantung pada perkembangan data ekonomi Amerika Serikat.
Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut membuat pelaku pasar memilih bersikap hati-hati karena belum ada kepastian mengenai waktu dimulainya penurunan suku bunga.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada rilis data inflasi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat. Apabila data ekonomi menunjukkan kondisi yang masih kuat, ekspektasi suku bunga tinggi berpotensi bertahan lebih lama sehingga dapat memberikan tekanan terhadap harga emas.
Sebaliknya, jika data ekonomi melemah dan membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter, harga emas berpotensi kembali menguat.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga dinilai berpotensi menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai apabila risiko inflasi global dan ketidakpastian geopolitik terus meningkat.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpeluang bergerak melemah menuju level USD4.026 selama belum mampu kembali menembus resistance USD4.120.
"Meski demikian, prospek jangka menengah tetap dinilai konstruktif dengan dukungan permintaan aset safe haven dan peluang perubahan kebijakan moneter pada masa mendatang," tutup Geraldo.