Korlantas Polri Gunakan Teknologi Digital Pantau Arus Mudik Lebaran 2026

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. Foto: Dok. Istimewa.

Korlantas Polri Gunakan Teknologi Digital Pantau Arus Mudik Lebaran 2026

Fachri Audhia Hafiez • 12 March 2026 12:55

Jakarta: Korlantas Polri memastikan pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 akan berbasis pada teknologi digital mutakhir. Penggunaan teknologi ini memungkinkan petugas memantau pergerakan kendaraan secara real-time, sehingga setiap keputusan rekayasa lalu lintas diambil berdasarkan data parameter yang akurat di lapangan.

"Dan tahun 2026, untuk meningkatkan suksesi dari 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau bagaimana flow daripada traffic counting itu bisa dieksekusi," ujar Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho kepada wartawan dikutip melalui keterangan tertulis, Rabu, 11 Maret 2026.
 


Agus menjelaskan bahwa sinergi dengan stakeholder dilakukan untuk memantau traffic counting di sejumlah titik strategis, khususnya jalur tol. Dengan teknologi radar dan early warning, kebijakan seperti contraflow hingga one way tidak lagi didasarkan pada prediksi semata, melainkan pada jumlah pasti kendaraan yang melintas dalam periode waktu tertentu.

"Contoh, ada 3,5 juta kendaraan yang melintas gate tol meninggalkan Pulau Jawa dan Sumatra, itu bukan lagi kita pakai kira-kira atau prediksi, tetapi parameter jumlah kendaraan itu akan memutuskan kami akan melakukan rekayasa lalu lintas," ujar Agus.

Ia merinci teknis pelaksanaan di lapangan, di mana jika jumlah kendaraan di kilometer 47 mencapai 5.500 unit selama satu jam berturut-turut, maka contraflow satu lajur akan segera diterapkan. Jika jumlah tersebut meningkat menjadi 6.400 unit dalam dua jam, maka petugas akan membuka contraflow hingga dua lajur.

"Masih ada bangkitan arus? Sudah pasti bangkitan arus. Eh 2 jam berturut-turut di kilometer 47 dari radar ada 6.400, kami harus melakukan contraflow lajur dua. Kapan pelaksanaannya? Tergantung traffic counting," jelas Agus.


Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. Foto: Dok. Istimewa.

Apabila kepadatan tetap tinggi meskipun skema contraflow telah maksimal, Korlantas akan membuka skema one way dari kilometer 70. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, jangkauan one way nasional pada mudik 2026 ini akan diperpanjang dari yang semula berakhir di kilometer 188 menjadi hingga kilometer 236.

"Tahun kemarin, dari kilometer 70 sampai 188. Kami evaluasi, sekarang langsung dari 70 sampai ke 236. Sehingga nanti akan mempercepat pemelancar kaitannya dengan bangkitan arus yang ada di jalan tol menuju ke arah Jawa termasuk yang ke arah Sumatera. Demikian yang bisa kita siapkan," ujar Agus.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)