Polisi Duga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus 4 Orang

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin. Foto: Tangkapan Layar

Polisi Duga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus 4 Orang

Siti Yona Hukmana • 16 March 2026 15:24

Jakarta: Polda Metro Jaya mengantongi 86 titik kamera pengawas atau CCTV dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Berdasarkan rekaman CCTV itu, tampak diduga pelaku empat orang menggunakan dua sepeda motor.

"Selanjutnya, diduga empat orang terduga pelaku menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini. Kemudian, mengikuti korban bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 16 Maret 2026.

Iman menyebut peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pukul 00:37 WIB, Kamis,12 Maret 2026, di Jalan Salemba 1 persimpangan Jalan Talang, wilayah Jakarta Pusat. Iman bersyukur semua kejadian terekam kamera CCTV dengan gambar yang cukup jelas, sehingga bisa membantu proses penyelidikan dan penyidikan penyidik.

Iman melanjutkan pascakejadian, tim penyidik menelusuri para terduga pelaku yang lari ke arah berbeda. Utamanya, jejak dua sepeda motor yang ditumpangi, yakni satu sepeda motor masing-masing dua orang. Sepeda motor pertama melawan arus di Jalan Salemba menuju Senen.

Kemudian, dari Senen menuju Jalan Kramat Raya, dari Jalan Kramat Raya menuju Tugu Tani, dan dari Tugu Tani selanjutnya bergerak ke arah Stasiun Gondangdia. Terakhir, dari Gondangdia menuju wilayah Jakarta Selatan.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin. Foto: Tangkapan Layar

Sementara, kendaraan kedua yang ditumpangi dua orang dari lokasi kejadian tidak berputar arah, tapi lurus menuju Jalan Pramukasari 2. Selanjutnya, menuju Matraman dan termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara menuju Jalan Otista Iskandar Dinata, Jakarta Timur.

"Dari rekaman CCTV tersebut yang kami padukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi, setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya, dan hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor," ungkap Iman.

Iman mengungkap akibat peristiwa penyiraman air keras ini, korban mengalami trauma asam, luka bakar pada bagian wajah, lengan, batang tubuh, dan kedua anggota gerak lainnya. Ia berharap korban segera diberikan kesembuhan, sehingga bisa kembali beraktivitas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)