Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
JK Nilai Kenaikan Harga Minyak Patut Diwaspadai Imbas Konflik Timur Tengah
Fachri Audhia Hafiez • 1 March 2026 18:45
Jakarta: Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memperingatkan potensi guncangan ekonomi serius menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Eskalasi konflik di jantung produsen minyak dunia tersebut diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak global hingga ancaman kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.
“Tentu harga minyak naik. Pasti, itu pertama. Ya kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti setop. Jadi, ekonomi kita akan terkena di situ,” ujar JK di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
JK menjelaskan bahwa terputusnya suplai minyak mentah disebabkan oleh meluasnya area konflik. Iran diketahui telah melancarkan serangan balasan ke wilayah yang menjadi pangkalan militer AS, seperti Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Kondisi ini membuat jalur logistik minyak dari negara-negara kunci seperti Arab Saudi dan Kuwait terhenti total.
Menurutnya, efek dari ketegangan geopolitik ini mungkin belum terlihat dalam hitungan hari, namun akan sangat terasa dalam satu pekan ke depan. Ia mengingatkan pemerintah untuk segera menyiapkan langkah mitigasi mengingat ketahanan stok BBM nasional memiliki keterbatasan durasi.
“Rata-rata persediaan kita tiga minggu. Jadi, setelah itu mungkin masih ada di Singapura. Akan tetapi, suplai dari Saudi, Iran, ataupun Kuwait itu sekarang pasti terputus. Iran menyerang Kuwait, Doha (Qatar), dan Dubai (UEA) karena di situ ada pangkalan Amerika. Satu hari ini kelihatan belum terasa, tetapi satu minggu akan terasa,” ujar JK.
.jpg)
Kondisi lalu lintas di salah satu ruas jalan di Iran. Foto: Anadolu Agency.
Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026, yang disusul operasi tempur besar-besaran oleh militer AS di bawah komando Presiden Donald Trump. Serangan roket yang menghantam Teheran dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Merespons krisis global ini, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog internasional. Misi diplomatik ini diharapkan mampu meredam kekerasan dan mengembalikan stabilitas keamanan di kawasan yang menjadi tulang punggung energi dunia tersebut.