Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Pramono: Mengubah Kebiasaan Pakai Kendaraan Pribadi Jadi Tantangan Utama
Fachri Audhia Hafiez • 25 February 2026 11:43
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi masih menjadi kendala utama dalam optimalisasi kebijakan transportasi publik. Meskipun integrasi kebijakan, tarif, hingga operasional telah dilakukan, upaya mengalihkan warga ke angkutan umum disebutnya belum sepenuhnya berhasil.
“Problem utamanya adalah karena kebiasaan orang masih menggunakan transportasi pribadi, sehingga integrasi yang sudah dilakukan supaya orang naik kendaraan umum itu belum sepenuhnya berhasil karena memang harus mengubah kebiasaan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 25 Februari 2026.
Pramono menegaskan pihaknya terus berupaya memecah pola kebiasaan tersebut melalui berbagai terobosan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memberikan akses gratis bagi 15 golongan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum di Jakarta.
Selain itu, ia telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6 Tahun 2025. Aturan ini mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.
“Dan itu terbukti bahwa dalam waktu satu tahun pemerintahan yang saya pimpin, ada kenaikan yang signifikan orang naik transportasi umum,” kata Pramono.
Data menunjukkan konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai angka 92 persen. Namun, jumlah pengguna rutin saat ini masih berkisar di angka 23,6 persen.

Ilustrasi kemacetan. Foto: Metro TV/Yurike.
Pramono mencatat masih banyak warga yang menggunakan kendaraan pribadi menuju halte atau stasiun untuk kemudian memanfaatkan fasilitas park and ride.
Dia berharap warga di wilayah penyangga juga mendapatkan fasilitas serupa, seperti halte yang nyaman, agar peralihan ke transportasi umum semakin masif. Ia optimis bahwa ketepatan waktu dan kualitas layanan akan menjadi magnet utama bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan tawaran-tawaran transportasi yang murah, fasilitas bagus, ketepatan waktu juga penting. Itu akan membuat orang kemudian beralih menjadi menggunakan transportasi umum,” ucap Pramono.