Petugas KAI melakukan penutupan perlintasan sebidang. ANTARA/HO-Dokumentasi KAI
KAI Tutup 119 Perlintasan Sebidang Prioritas
Gabriella Thesa Widiari • 13 June 2026 14:33
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya telah menutup 119 perlintasan sebidang prioritas telah ditutup. Hal ini untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
"Hingga 4 Juni 2026, KAI bersama berbagai pemangku kepentingan telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas yang menjadi target penanganan nasional tahun ini," kata Bobby, dilansir dari Antara, Sabtu, 13 Juni 2026.
Selain itu, KAI juga mempercepat penanganan 490 perlintasan liar. Serta memulai penguatan di seluruh wilayah operasi.
Dia mengatakan, berdasarkan data KAI, sepanjang Januari hingga 4 Juni 2026 telah terjadi 119 kecelakaan di perlintasan sebidang. Serta mengakibatkan 97 korban, baik luka-luka maupun meniggal.
Sebanyak 52 persen kejadian terjadi di perlintasan tanpa palang pintu. Ssementara perilaku menerobos saat kereta api akan melintas masih menjadi penyebab dominan dengan porsi mencapai 87 persen dari seluruh kejadian yang tercatat.
Menurut Bobby sebuah perlintasan sebidang mungkin hanya dilalui dalam beberapa detik. Namun di titik itulah keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan bertemu dalam ruang yang sama.
.jpeg)
Ilustrasi kereta api. Foto: dok. KAI.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan, penutupan perlintasan dilakukan berdasarkan identifikasi dan kajian keselamatan yang komprehensif. Setiap lokasi dievaluasi berdasarkan tingkat risiko, volume perjalanan kereta api, kondisi lingkungan, serta potensi dampaknya terhadap keselamatan masyarakat.
“Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan," kata Anne.