Satgas Saber Pangan Polres Jakbar Sidak Pasar, Temukan Kenaikan Harga

Ilustrasi pangan. Dok. MI

Satgas Saber Pangan Polres Jakbar Sidak Pasar, Temukan Kenaikan Harga

Siti Yona Hukmana • 19 February 2026 17:13

Satgas Saber Pangan Polres Jakbar Sidak Pasar, Temukan Kenaikan Harga

Jakarta: Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan gabungan Polres Metro Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya melakukan sidak harga dan ketersediaan pangan di Pasar Jaya Pos Pengumben, Kebon Jeruk, pada Kamis, 19 Februari 2026. Hasil inspeksi pangan, ditemukan ada kenaikan harga.

Sidak ini dilakukan bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) serta Perum Bulog dengan menyasar sejumlah komoditas bahan pokok.

"Dari hasil pengecekan di lapangan, tim menemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga cukup signifikan dan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP)," kata Kepala Unit Kriminal Khusus (Kanit Krimsus) Polres Metro Jakarta Barat AKP Edi Budi Wibowo seperti dilansir dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026.

Ia merinci, harga cabai rawit merah dijual di kisaran Rp80 ribu hingga Rp120 ribu per kg di tingkat pengecer. Kemudian, daging ayam negeri berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kg

"Minyakita dijual Rp16 ribu hingga Rp18.500 per liter dan terpantau sulit ditemukan di sejumlah lapak," ujar Edi.

Komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai keriting merah, telur, gula, kedelai dan cabai merah besar juga mengalami kenaikan harga. Bahkan sudah melampaui ketentuan HET dan HAP.


Ilustrasi pangan. Dok. MI

"Bahan pokok yang masih relatif stabil dan sesuai ketentuan yakni beras medium, beras premium serta daging sapi," ujar Edi.

Edi menegaskan kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan. Pengawasan akan rutin dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat

"Jadi sinergi kita ini di harapkan membantu menekan harga dari hulu sampai hilir sehingga Masyarakat dapat menerima manfaat baik itu harga maupun dari segi kualitas pangan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan," kata Edi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)