Kemlu: Indonesia Tidak Berkomunikasi Langsung dengan Israel Terkait Pembebasan WNI

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang. Foto: Metrotvnews.com

Kemlu: Indonesia Tidak Berkomunikasi Langsung dengan Israel Terkait Pembebasan WNI

Muhammad Reyhansyah • 21 May 2026 18:11

Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI menegaskan tidak melakukan komunikasi langsung dengan Israel terkait penanganan pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan dalam intersepsi Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).

Juru Bicara I Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia memilih menggunakan berbagai jalur diplomasi yang tersedia, termasuk melalui negara-negara sahabat dan otoritas terkait di kawasan.

“Kita tidak melakukan komunikasi langsung dengan Israel. Kita menggunakan semua kanal diplomasi yang tersedia untuk melindungi WNI kita,” ujar Yvonne dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Yvonne, Menteri Luar Negeri Sugiono juga telah menghubungi sejumlah negara terkait untuk membantu upaya perlindungan WNI. “Pak Menlu telah menghubungi sejumlah negara terkait dan juga negara-negara sahabat. Semua kanal diplomasi kita lakukan,” kata Yvonne.

Yvonne menegaskan Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sehingga komunikasi dilakukan melalui jalur lain yang memungkinkan.

“Kalau jawabannya detail komunikasi langsung, tidak dengan Israel, kita tidak punya hubungan diplomasi dengan Israel,” ujar Yvonne.

Ia mengatakan seluruh jalur diplomatik yang tersedia terus dimaksimalkan pemerintah guna memastikan perlindungan terhadap para WNI.

Selain pendekatan diplomatik, Indonesia juga terus berupaya memastikan akses kekonsuleran dan dukungan medis bagi para WNI apabila diperlukan.

Intersepsi Israel

Pasukan Israel dilaporkan menyergap dan menaiki sejumlah kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Siprus pada Senin, 18 Mei 2026.

Penyelenggara GSF menyebut sekitar 10 kapal dari total 60 kapal dalam konvoi diintersepsi sekitar 70 mil laut dari Pulau Siprus. Armada tersebut berangkat dari Marmaris, Turki, dalam upaya menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.

Misi kemanusiaan itu diikuti 426 peserta dari 40 negara, termasuk Indonesia. Sedikitnya sembilan WNI dikonfirmasi ditangkap dan ditahan otoritas Israel.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)