Harga Bensin di AS Melonjak hingga Tembus USD4/Galon

Ilustrasi. Foto: Rochesterfirst.com

Harga Bensin di AS Melonjak hingga Tembus USD4/Galon

Husen Miftahudin • 21 July 2026 08:44

New York: Harga bensin reguler di Amerika Serikat (AS) kembali menembus USD4 per galon atau sekitar Rp72 ribu (Rp19 ribu per liter) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan konflik yang berlanjut di Timur Tengah. Kenaikan tersebut menambah tekanan terhadap konsumen dan pelaku usaha karena biaya energi kembali meningkat.
 
Berdasarkan data American Automobile Association (AAA) yang dikutip dari Xinhua, Senin, 21 Juli 2026, harga rata-rata nasional bensin reguler mencapai USD4,003 per galon. Meski hanya naik tipis dibandingkan hari sebelumnya, angka tersebut lebih tinggi 13 sen dibandingkan pekan lalu.
 
Kenaikan harga ini mencerminkan kekhawatiran pelaku industri terhadap potensi gangguan pasokan minyak global akibat memburuknya situasi geopolitik.
 

 

Konflik Timur Tengah tekan pasokan energi

 
Lonjakan harga bahan bakar dipicu ketidakpastian pasokan minyak mentah dunia setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.
 
Karena kilang membeli minyak mentah beberapa pekan sebelum diproses menjadi bahan bakar, dampak kenaikan harga minyak mulai tercermin pada harga eceran bensin.
 
Data GasBuddy menunjukkan rata-rata harga bensin nasional kini hampir USD1 per galon lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
Sementara itu, harga bensin di AS masih bervariasi antardaerah. California, Hawaii, dan Washington menjadi negara bagian dengan harga tertinggi, yakni rata-rata USD5 atau lebih per galon.
 
Sementara itu, Nevada dan Oregon juga mencatat kenaikan harga secara bertahap dan berpotensi menembus USD5 per galon dalam beberapa pekan mendatang.
 
Di sisi lain, Indiana mencatat harga rata-rata terendah, yakni USD3,353 per galon, meski tetap meningkat sekitar 12 sen dibandingkan pekan sebelumnya.
 
"Harga rata-rata bensin dan solar naik di hampir setiap negara bagian untuk minggu kedua berturut-turut. Meskipun situasi AS-Iran yang sedang berlangsung terus membebani pasar, ceritanya semakin kurang tentang minyak mentah dan lebih tentang kapasitas penyulingan global, kata Kepala Analisis Perminyakan GasBuddy Patrick De Haan.
 
"Selat Hormuz tetap tertutup sementara serangan Ukraina terhadap kilang Rusia semakin mempersempit pasokan global," tambah dia.


(Ilustrasi BBM. Foto: dok MI/Panca Syurkani)
 

Harga solar ikut melonjak

 
Tidak hanya bensin, harga solar di Amerika Serikat juga mengalami kenaikan signifikan. Harga eceran solar rata-rata telah melampaui USD5 per galon, kembali mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Nilai tersebut meningkat lebih dari USD1,3 per galon dibandingkan Juli tahun lalu.
 
Pada awal 2026, harga rata-rata solar nasional masih berada di kisaran USD3,53 per galon sebelum ketegangan di Timur Tengah mengganggu distribusi energi global dan mendorong harga naik tajam.
 
Kenaikan harga solar berpotensi memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian Amerika Serikat. Solar merupakan bahan bakar utama bagi truk angkutan berat, alat pertanian, hingga bus sekolah. Karena itu, kenaikan harga diperkirakan meningkatkan biaya distribusi berbagai jenis barang.

(Husen Miftahudin)