Pembangunan Lapangan di Sekolah Disebut Kunci Fondasi Sepak Bola Nasional

Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani. Foto: Metro TV/Andre Septian Yusup.

Pembangunan Lapangan di Sekolah Disebut Kunci Fondasi Sepak Bola Nasional

Andre Septian Yusup • 27 January 2026 18:50

Jakarta: Komisi X DPR menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan pembangunan lapangan sepak bola di setiap sekolah baru. Kebijakan ini dinilai sebagai strategi fundamental untuk memperkuat fondasi pembinaan sepak bola nasional sejak usia dini demi mengejar target Piala Dunia 2030.

“Presiden menginginkan pembinaan sepak bola nasional itu tidak bisa secara instan. Kita sudah mencoba melalui naturalisasi dan sebagainya, ternyata instan itu tidak membuahkan hasil. Karena itu Presiden ingin mempersiapkan fondasi sepak bola nasional dalam rangka menjalankan peta jalan menuju Piala Dunia 2030,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, di sela rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
 


Wacana ini menguat usai pertemuan Prabowo dengan legenda sepak bola dunia, Zinedine Zidane, di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu. Lalu menyebut pihak legislatif ingin mendalami hasil pertemuan tersebut bersama Menpora untuk memastikan sinkronisasi program pembinaan.

“Yang beredar di media bahwa kemarin Presiden Prabowo bertemu dengan legenda sepak bola Zinedine Zidane. Tentu kami ingin memperdalam ke Menpora dan PSSI, apa hasil dari pertemuan itu,” tambah Lalu.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan kesiapannya untuk berkoordinasi lintas kementerian. Erick berencana menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna memastikan infrastruktur olahraga menjadi komponen wajib di lingkungan pendidikan.

“Saya berharap nanti sekolah rakyat yang sedang didaungkan dan juga sekolah Garuda yang sedang dibangun itu juga dilengkapi fasilitas olahraga. Karena dalam membangun manusia itu tidak hanya membangun pola pikir, tetapi juga jasmaninya menjadi penting,” kata Erick.


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Foto: Metro TV/Andre Septian Yusup.

Erick menambahkan bahwa pembangunan karakter bangsa tidak terlepas dari sinergi antara program pendidikan dan olahraga. Ia optimistis pembinaan jangka panjang akan membuahkan hasil, berkaca pada prestasi gemilang atlet muda Indonesia di ajang ASEAN Games baru-baru ini.

“Kita apresiasi para atlet yang berjuang di ASEAN Games, banyak yang dari generasi Z, dan capaian medali emas kita tembus sampai 135 emas. Ini yang kita sinergikan, bagaimana juga program pemuda ini menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan karakter bangsa,” kata Erick.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)