Grafik pergerakan harga bitcoin. Foto: Forbes.com
Bitcoin Anjlok 3,8% Usai Clarity Act Gagal Maju di Senat AS
Husen Miftahudin • 16 September 2026 08:38
New York: Harga bitcoin melemah pada perdagangan Selasa waktu setempat setelah Senat Amerika Serikat (AS) gagal memajukan rancangan undang-undang (RUU) penting mengenai mata uang kripto dan aset digital.
Sentimen pasar kripto juga tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Investing.com, Rabu, 16 September 2026, harga bitcoin turun 3,8 persen menjadi USD75.748,2 pada pukul 17.43 waktu setempat atau 21.43 GMT.
Senat AS pada Selasa gagal memajukan Digital Asset Market Clarity Act atau Clarity Act dalam pemungutan suara prosedural dengan hasil 49-50. RUU tersebut membutuhkan sedikitnya 60 suara untuk dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Clarity Act dirancang untuk membentuk kerangka regulasi federal bagi aset digital dan memperjelas pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
RUU tersebut sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Komite Perbankan Senat pada Mei. Namun, pembahasannya kemudian terhambat karena belum memperoleh dukungan yang cukup untuk mencapai ambang 60 suara.
Senator Cynthia Lummis dari Partai Republik yang memimpin upaya memperoleh dukungan Demokrat sebelumnya mengatakan versi terbaru RUU telah memasukkan sejumlah perubahan, termasuk ketentuan terkait etika. Setelah pemungutan suara, Lummis mengkritik sikap senator Demokrat melalui media sosial.
"Siang ini, para Senator Demokrat membuktikan mereka tidak pernah benar-benar serius dalam melindungi konsumen dan melestarikan kepemimpinan Amerika. Saya duduk di meja bersama para Senator Demokrat yang bekerja dengan itikad baik untuk menyelesaikan ini sementara mereka bermain-main," kata Lummis.
"Selama lebih dari setahun, mereka mengajukan tuntutan dan begitu kami memenuhinya, mereka mengajukan tuntutan baru dan mengubah persyaratan," tambah dia.
Perdebatan mengenai Clarity Act antara lain berkaitan dengan perlakuan terhadap pembayaran imbal hasil pada stablecoin serta pembagian kewenangan pengawasan aset digital antara SEC dan CFTC.
Respons industri kripto
Pelaku industri kripto memberikan respons beragam setelah pemungutan suara tersebut. Strategy, salah satu perusahaan pemegang Bitcoin korporasi, mengunggah grafik di media sosial dengan judul "Status Bitcoin di AS Tidak Bergantung pada KEJELASAN". Perusahaan tersebut juga menyatakan bitcoin telah memiliki kejelasan hukum dan regulasi di AS selama beberapa tahun.
Sementara itu, tZERO, penyedia infrastruktur blockchain dan platform perdagangan aset digital serta aset tradisional, menyatakan hasil pemungutan suara tidak mengubah arah pengembangan pasar aset digital yang teregulasi.
"Jalan lain tetap terbuka, termasuk usulan pembuatan peraturan dan peningkatan koordinasi antara SEC dan CFTC terkait aset digital. Lembaga-lembaga akan terus mengadopsi infrastruktur pasar berbasis blockchain karena jalur yang aman dan teregulasi yang mereka butuhkan semakin tersedia saat ini," kata tZERO.
Di luar perkembangan regulasi, aset kripto juga menghadapi tekanan dari kondisi pasar makroekonomi. Menurut CME FedWatch, peluang Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu mencapai 94 persen. Angka tersebut naik dari 59 persen sepekan sebelumnya.
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan aset berisiko, termasuk aset kripto. Kenaikan ekspektasi tersebut dipengaruhi tekanan di pasar obligasi AS, kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak, data terbaru pasar tenaga kerja dan inflasi AS, serta pernyataan sejumlah pejabat The Fed.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 4,5 basis poin dan ditutup pada 5,006 persen pada Selasa. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak April 2007. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun mencapai level tertinggi dalam lebih dari 24 tahun.
Aksi jual obligasi juga dipengaruhi kekhawatiran terhadap besarnya investasi untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) serta peningkatan utang fiskal AS.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent berjangka naik 2,7 persen menjadi USD108,51 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melonjak 4,1 persen menjadi USD105,52 per barel.
Kenaikan harga minyak dipengaruhi laporan penghentian pemuatan minyak di pelabuhan penting Arab Saudi di Laut Merah serta penghentian operasi di tiga ladang minyak Libya.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Aset kripto lain ikut melemah
Penurunan harga bitcoin turut diikuti mayoritas aset kripto lainnya. Berikut daftar pergerakan harian aset kripto:
- Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, turun 5,7 persen menjadi USD2.401,82.
- XRP anjlok 10,9 persen.
- BNB melemah 1,5 persen.
- Solana turun 6,1 persen.
- Cardano jeblok 7,2 persen.
- Di kelompok memecoin, Dogecoin turun 5,2 persen.
- Token $TRUMP melemah 7,4 persen.