Purbaya Sebut Anggaran Pendidikan tak Berkurang Karena MBG

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (tangkapan layar TV Parlemen)

Purbaya Sebut Anggaran Pendidikan tak Berkurang Karena MBG

Eko Nordiansyah • 7 March 2026 15:05

Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran yang dialokasikan untuk belanja pendidikan tetap aman dan tak berkurang karena program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“[Anggaran pendidikan] Tetap aman,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 7 Maret 2026.

Purbaya menjelaskan program MBG telah memiliki alokasi anggaran tersendiri yang tidak mengganggu belanja rutin program pendidikan.

Pagu pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun tetap teralokasi sebesar 20 persen sebagaimana amanat undang-undang.

“Anggaran (MBG) cuma beli makanan saja gitu, tapi bukan dimasukkan ke pendidikan atau pendidikan dipotong,” ujarnya.

Baca Juga :

Purbaya Buka Opsi Tambah Suntikan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
 

Anggaran pendidikan 2026 sudah disepakati

Sebelumnya, Pemerintah menegaskan anggaran pendidikan 2026 telah disepakati pemerintah bersama DPR dan Badan Anggaran DPR dan tidak dikurangi akibat program MBG.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan seluruh program pendidikan strategis seperti Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar tetap berjalan, disertai penguatan akses melalui Sekolah Rakyat serta renovasi sekitar 16.000 sekolah pada 2025 dengan anggaran Rp17 triliun.

Ia juga menyampaikan pemerintah menaikkan insentif guru menjadi Rp400.000 serta tunjangan guru non-ASN dari Rp1.500.000 menjadi Rp2.000.000 pada 2025 sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria juga menjelaskan anggaran pendidikan di tahun 2026 mencapai Rp769,8 triliun, yang di dalamnya terdapat komponen alokasi anggaran sebesar Rp223,5 triliun untuk Badan Gizi Nasional (BGN) mengelola Program MBG.

Ia menegaskan, MBG justru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan karena gizi merupakan fondasi bagi proses belajar siswa. Selain itu, berbagai program pendidikan lain tidak mengalami pengurangan anggaran, bahkan beberapa di antaranya meningkat, seperti tunjangan guru dan bantuan pendidikan.

Hariqo juga meluruskan informasi yang beredar tentang sekolah terbengkalai karena MBG. Hal itu tidak benar karena sepanjang tahun 2025, 16 ribu sekolah sudah diperbaiki, bahkan di tahun 2026, ditargetkan sebanyak 71 ribu sekolah akan kembali dilengkapi fasilitasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)