Presiden AS Donald Trump. YouTube/Donald J Trump.
Tarif Trump hingga Deepseek Usik Wall Street Jadi Berita Ekonomi Terpopuler
Husen Miftahudin • 30 January 2025 07:58
Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Rabu, 29 Januari 2025, terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari Tarif Trump dikhawatirkan picu perdagangan dunia jeblok seperti era 1930-an hingga Deepseek mengusik 'demam AI' di Wall Street.
Berikut rangkuman berita selengkapnya:
1. Tarif Trump Dikhawatirkan Picu Perdagangan Dunia Jeblok seperti Era 1930-an
Serangkaian ancaman tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kekhawatiran tentang perang dagang yang dapat menghantam ekonomi global.
Baca berita selengkapnya di sini.
2. Nilai Kekayaan 500 Orang Terkaya Dunia Menyusut Rp1.447 T Gara-Gara DeepSeek
Sebanyak 500 orang terkaya di dunia menyaksikan nilai kekayaan yang merosot hingga USD208 miliar. Secara gabungan, nilai kekayaan 500 orang terkaya dunia menyusut hingga Rp1.447 triliun pada awal pekan ini.
Baca berita selengkapnya di sini.

(Ilustrasi AI. Foto: Istimewa)
3. ChatGPT Bakal Rilis Inovasi Baru yang Diklaim Bisa Ngalahin DeepSeek
Tokoh penting dalam industri Artificial Intelligence (AI) dunia, Sam Altman angkat bicara setelah kemunculan DeepSeek yang membuat saham-saham dari sektor teknologi di Amerika Serikat (AS) tumbang awal pekan ini.
Baca berita selengkapnya di sini.
| Baca juga: Berita Terpopuler Ekonomi: Trump Respons AI DeepSeek yang Mengguncang Wall Street |
4. Ini Efek Trump Menjabat Lagi terhadap Investasi Pasar Negara Berkembang
Ketika Donald Trump kembali ke Gedung Putih (menjabat Presiden Amerika Serikat), sorotan keuangan dan politik global semakin meningkat.
Baca berita selengkapnya di sini.
5. Deepseek Mengusik 'Demam AI' di Wall Street
Indeks Nasdaq dan juga S&P 500 di New York kembali relatif stabil, sehari setelah aksi sell off besar-besaran pada saham teknologi yang dipicu kekhawatiran soal program kecerdasan buatan perusahaan Tiongkok, DeepSeek. Model AI ini dibuat dengan modal jauh lebih kecil dibandingkan pelaku pelaku utama sektor teknologi Amerika Serikat.
Baca berita selengkapnya di sini.