Pramono Tegaskan Penataan Tanah Abang Bebas Kekerasan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Camat Tanah Abang Dwiarti Indriati Utami di Kantor Kecamatan Tanah Abang. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.

Pramono Tegaskan Penataan Tanah Abang Bebas Kekerasan

Nattasya Amani Vrazeti • 5 November 2026 18:08

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilakukan bertahap dan bebas kekerasan. Langkah ini diambil untuk memastikan para pedagang dan masyarakat tidak kehilangan mata pencaharian mereka.

"Karena saya meyakini kalau dilakukan dengan kekerasan ataupun dengan tindakan yang berlebihan yang selama ini dilakukan, tapi tidak disiapkan untuk para pedagang atau masyarakat itu tetap bisa mencari periuk nasinya, pasti akan kembali lagi," ujar Pramono di Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 5 November 2026.


Pertemuan di Kantor Kecamatan Tanah Abang ini merupakan rangkaian kunjungan Pramono ke 44 kecamatan di Jakarta. Pramono tengah memetakan serta mengurai berbagai persoalan di tingkat wilayah.

"Jadi, tadi saya sudah memutuskan untuk menunjuk Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pasar Jaya, Sarana Jaya, dan tentunya nanti dalam koordinasi Asisten Asprekum untuk penataannya dilakukan secara gradual (bertahap)," kata Pramono.

Pramono menjelaskan penataan kawasan Tanah Abang juga mencakup penanganan masalah parkir liar. Penataan akses parkir akan mempertimbangkan kenyamanan dan kemudahan masyarakat.

"Saya enggak mau parkirnya di lantai 10. Siapa mau jalan-jalan sampai dengan lantai 10 hanya untuk parkir? Tetapi kita tata secara gradual yang paling penting adalah kehidupannya mulai berjalan dengan baik dan juga masyarakat itu tidak kehilangan periuk nasinya," jelas Pramono.


Ilustrasi kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Antara.

Camat Tanah Abang Dwiarti Indriati Utami menyampaikan penataan akan dilakukan secara menyeluruh dengan memetakan berbagai permasalahan, termasuk praktik premanisme. Pemprov DKI Jakarta bakal menyiapkan sarana dan prasarana terlebih dahulu sebelum merangkul pihak-pihak terkait.

"Nantinya itu akan dipersiapkan dulu sarana prasarananya, nanti baru kita akan punya pola untuk bisa merangkul atau menggandeng yang bersangkutan untuk bisa ikut dalam program-program Pemprov DKI," kata Dwiarti.

Dwiarti menambahkan bahwa pihak-pihak yang nantinya dirangkul akan diarahkan untuk terlibat aktif dalam program resmi Pemprov DKI setelah seluruh fasilitas disiapkan. "Jadi, itu akan kita masukkan ke dalam sarana prasarana yang sudah disiapkan oleh Pemprov," ujar Dwiarti.

(Fachri Audhia Hafiez)