Logo Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. (Anadolu Agency)
Skenario Israel vs Turki Berpotensi Guncang Aliansi NATO
Dimas Chairullah • 18 April 2026 16:27
Jakarta: Potensi benturan militer antara Israel dan Turki dinilai dapat membawa dampak yang lebih luas dibandingkan konflik di Gaza maupun ketegangan dengan Iran.
Pengamat Hubungan Internasional, Teuku Rezasyah, mengatakan bahwa skenario tersebut berpotensi menguji soliditas aliansi militer Barat, NATO, serta memicu dampak geopolitik yang signifikan.
Turki merupakan salah satu anggota penting NATO dengan kapasitas militer yang besar, terutama di kawasan Eurasia dan Timur Tengah.
Dilema NATO dalam Skenario Konflik
Rezasyah menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 5 NATO, serangan terhadap satu anggota dapat dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi. Namun, situasi akan menjadi kompleks jika konflik melibatkan Israel, yang merupakan mitra strategis Barat.“Amerika Serikat akan menghadapi posisi yang sangat sulit. Di satu sisi ada komitmen terhadap NATO, di sisi lain terdapat hubungan strategis dengan Israel,” ujarnya kepada Metrotvnews.com, Jumat, 17 April 2026.
Ia menilai perbedaan kepentingan di antara negara anggota berpotensi menyulitkan NATO dalam merumuskan respons bersama.
Risiko terhadap Kredibilitas Global
Menurut Rezasyah, respons Amerika Serikat akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah krisis. Sikap yang dianggap tidak konsisten berpotensi memengaruhi persepsi global terhadap kredibilitas NATO.Ia juga menilai bahwa dinamika tersebut dapat memperlihatkan tantangan yang dihadapi aliansi dalam menjaga keseimbangan antara komitmen kolektif dan kepentingan geopolitik masing-masing negara.
Di luar konteks NATO, Rezasyah memperingatkan bahwa konflik antara Israel dan Turki berpotensi memicu reaksi luas di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, posisi Turki sebagai negara dengan pengaruh historis dan politik yang besar di kawasan dapat memperluas dampak konflik, termasuk dalam bentuk solidaritas regional.
“Konflik semacam ini berpotensi memicu eskalasi yang lebih luas di kawasan,” pungkas Rezasyah.
Baca juga: Pengamat Soroti Kemungkinan Eskalasi Israel ke Turki usai Konflik Iran
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com