Ilustrasi. Foto: Freepik.
Waspada Arisan Bodong, Kenali Modus dan Ciri-Cirinya
Eko Nordiansyah • 26 August 2026 15:23
Jakarta: Arisan menjadi salah satu cara yang kerap dipilih masyarakat untuk mengumpulkan uang ataupun mendapatkan barang secara berkala. Namun, masyarakat perlu berhati-hati karena saat ini modus arisan bodong semakin marak, terutama melalui media sosial.
Dilansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, arisan bodong dilakukan dalam satu kelompok yang menghimpun sejumlah uang dari para anggotanya. Akan tetapi, para pelaku menawarkan keuntungan yang besar setiap kali ada yang mendapatkan giliran menang.
Jenis arisan bodong pun beragam, bisa berupa arisan uang, benda elektronik seperti handphone, emas, atau barang berharga lainnya. Modusnya, pelaku akan menawarkan arisan, meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang dan menjanjikan keuntungan yang besar. Akan tetapi, korban tidak akan mendapat keuntungan dan pelaku pun hilang membawa uang milik korban.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Ciri-ciri arisan bodong
Demi menghindari penipuan arisan bodong, masyarakat perlu mengetahui sejumlah ciri-ciri modus investasi bodong sebagaimana yang dikutip dari akun Instagram resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) @ojkindonesia berikut ini:1. Informasi pengelola tidak jelas
Masyarakat perlu waspada jika identitas pengelola, asal-usul usaha, maupun mekanisme arisan tidak dijelaskan secara terbuka. Penyelenggara yang tidak memiliki rekam jejak jelas dapat meningkatkan risiko terjadinya penipuan.2. Meminta anggota mencari peserta baru
Modus arisan bodong juga ditandai dengan adanya permintaan kepada anggota untuk mengajak orang lain bergabung. Peserta juga dijanjikan bisa mendapatkan bonus apabila berhasil mendapatkan anggota baru.3. Ditawarkan melalui media sosial dan grup pesan
Arisan bodong kini banyak ditawarkan melalui media sosial maupun grup pesan, seperti WhatsApp dan Telegram. Pelaku melakukan berbagai promosi untuk menarik calon korban agar segera bergabung dan mentransfer sejumlah uang.4. Menjanjikan keuntungan pasti tanpa risiko
Masyarakat perlu waspada apabila penyelenggara menjamin keuntungan dalam jumlah tertentu tanpa menjelaskan risiko yang mungkin terjadi.5. Tidak memiliki legalitas atau izin yang jelas
Sebelum mengikuti arisan, masyarakat perlu memastikan identitas dan legalitas pihak yang mengelola dana. Jangan mudah menyerahkan uang apabila penyelenggara tidak memberikan informasi yang jelas mengenai kewenangannya.Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat. Sebelum mengikuti arisan, pastikan terlebih dahulu informasi mengenai penyelenggara, mekanisme pengumpulan dana, serta bentuk keuntungan yang ditawarkan. Hal tersebut dapat dilakukan untuk menghindari diri dari kerugian akibat arisan bodong. (Tiaranissa Juliansyah)