Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Lapangan Apel Mapolda Lampung. Metrotvnews/Imam Setiawan
Kapolda Lampung Perintahkan Jajaran Perbaiki Jalan Rusak di Jalur Mudik
Imam Setiawan • 13 March 2026 08:42
Bandar Lampung: Operasi Ketupat Krakatau 2026 resmi dimulai. Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf memerintahkan para kapolres jajaran untuk membantu penanganan jalan rusak di jalur mudik guna meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Idulfitri.
"Sebelum apel gelar pasukan ini digelar, kami sudah melakukan pengecekan pelabuhan, bandara, stasiun kereta api dan jalur jalan yang dipakai saat arus mudik dan balik. Juga memetakan jalur rawan kecelakaan di jalan tol, reguler dan arteri. Jalan yang rusak minimal sudah dilakukan perbaikan meski bertahap," kata Helfi usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Lapangan Apel Mapolda Lampung, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menegaskan para kapolres tidak perlu menunggu perbaikan dari instansi terkait seperti Bina Marga atau Dinas Pekerjaan Umum. Jika ditemukan jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan, perbaikan harus segera dilakukan.
"Kalau ada kerusakan silakan dibantu untuk ditempel sementara menggunakan semen, batu kerikil dan sebagainya. Yang penting tidak sampai membuat lubang besar sehingga bisa meminimalisir kemungkinan kecelakaan lalu lintas. Kapolres wajib mengusahakan itu semua. Jangan menunggu stakeholder terkait untuk bekerja," tegasnya.
Langkah tersebut diambil berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Nasional. Dalam rapat itu diprediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang.
Puncak arus mudik diperkirakan berlangsung pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Lapangan Apel Mapolda Lampung. Metrotvnews/Imam Setiawan
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut turun sekitar 2,5 juta orang dibandingkan tahun lalu yang mencapai 146,4 juta orang.
Secara nasional, untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idulfitri dan libur Lebaran, Polri bersama TNI dan berbagai stakeholder menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.
Di Provinsi Lampung sendiri, sekitar 3.900 personel gabungan diterjunkan yang terdiri dari unsur Polda Lampung, tiga matra TNI, serta instansi terkait lainnya.
Selain masalah kondisi jalan, Kapolda Lampung juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kejahatan konvensional yang kerap meningkat saat musim mudik, terutama pencopetan di moda transportasi.
"Kejahatan konvensional masih menjadi prioritas perhatian kita. Pencurian dengan pemberatan dan dengan kekerasan harus diantisipasi, termasuk copet di kapal maupun moda transportasi lainnya," ujarnya.
Menurut Helfi, pengamanan akan diperketat di berbagai titik keramaian seperti pelabuhan, kapal laut, bandara, stasiun kereta api, terminal hingga bus antar kota. Petugas akan ditempatkan secara terbuka maupun tertutup untuk melakukan patroli dan pengawasan guna mencegah terjadinya tindak kriminal.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaku copet saat ini sering menyamar dengan penampilan yang rapi dan modern sehingga mudah berbaur dengan penumpang lainnya.
"Bukan tidak mungkin penumpang juga sekaligus pencopet. Karena itu, masyarakat harus tetap waspada dan menjaga barang bawaannya saat melakukan perjalanan mudik," ungkapnya.