Polda NTT Gelar Operasi Ketupat Turangga 2026/Foto: MI/Palce Amalo)
Amankan Mudik Lebaran di NTT, 3.068 Personel Gabungan Dikerahkan
Media Indonesia • 12 March 2026 08:55
Kupang: Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Operasi Ketupat Turangga 2026 untuk memastikan kelancaran dan keamanan mudik Lebaran 1447 Hijriah. Apel gelar pasukan dipimpin Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko, pada Kamis pagi, 12 Maret 2026, dengan membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Operasi ini menjadi bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana, sekaligus wujud sinergi lintas sektoral antara Polri, TNI, BNPB, BMKG, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait. Dalam amanatnya, Kapolri menekankan, kegiatan ini untuk menjamin agar masyarakat yang melakukan mudik Lebaran dapat tiba di tujuan dengan aman, nyaman, dan tertib.
Baca Juga :
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, aparat tetap mewaspadai lonjakan pemudik, terutama karena adanya berbagai stimulus transportasi dan kebijakan work from anywhere (WFA).

Polda NTT Gelar Operasi Ketupat Turangga 2026/Foto: MI/Palce Amalo)
Polri menyiapkan 161.243 personel gabungan dan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari pos PAM, pos pelayanan, dan pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan. Fokus pengamanan juga meliputi 185.607 objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta, dan bandara.
Prediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026, sementara puncak arus balik pada 24-25 Maret dan gelombang kedua 28-29 Maret 2026. Seluruh pengamanan difokuskan untuk menjamin mudik lebaran aman dan lancar, sekaligus meminimalkan gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, dan risiko bencana hidrometeorologi.
Siagakan 3.068 Personel
Sementara itu, Polda NTT menyiagakan kekuatan penuh menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Sinergi dengan berbagai instansi terkait dilakukan dengan melibatkan 3.068 personel, terdiri dari 1.144 anggota Polri dan 1.924 tenaga dari instansi terkait.“Dalam operasi ini, kami menyiapkan 91 pos pelayanan, 38 pos pengamanan, 27 pos terpadu, dan 20 pos lainnya. Pengamanan juga fokus pada obyek vital, termasuk 14 bandara, 38 pelabuhan, 28 terminal, 56 pusat perbelanjaan, 201 masjid dengan estimasi 91.386 jemaah, serta 46 lapangan ibadah dengan estimasi sekitar 123.000 jemaah,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra.
Ia menambahkan, operasi ini menekankan langkah deteksi, preventif, dan pencegahan dengan prinsip ultimum remedium. “Kami juga antisipasi kejahatan konvensional, tawuran, dan balapan liar, yang akan ditindak tegas sesuai aturan,” kata dia.
Polda NTT berharap seluruh masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat. “Sehingga kita semua bisa merayakan Idul Fitri dengan bahagia,” tutupnya. (MI/Palce Amalo)