Penggeledahan Kafe hingga Money Changer terkait 3 Kasus Korupsi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA/Ilham Kausar

Penggeledahan Kafe hingga Money Changer terkait 3 Kasus Korupsi

Achmad Zulfikar Fazli • 8 July 2026 19:09

Jakarta: Penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Polda Metro Jaya di kawasan kafe dan money changer di Cipete, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Juli 2026, berkaitan dengan tiga kasus dugaan korupsi. Kasus tersebut, yakni pengadaan batu bara, Asabri dan Jiwasraya pada 2020-2025; dan dugaan pencucian dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

“Dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi, meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan penggeledahan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.

Penyidikan dilakukan karena adanya antensi dari Presiden Prabowo Subianto. Total ada delapan titik yang digeledah secara serentak terkait tiga kasus korupsi ini.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri menggeledah kafe dan tempat tukar uang di Cipete, Jaksel, terkait sejumlah kasus korupsi. Foto: Antara.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon menambahkan, penanganan perkara ini berawal dari dua laporan polisi. Laporan pertama terkait dugaan korupsi dan atau pencucian uang dalam proses penanganan hukum oleh oknum pegawai negeri atau oknum penyelenggara negara dalam perkara PT Asabri (Persero) atau Asuransi Jiwasraya pada kurun waktu 2020- 2025.

Laporan kedua terkait dugaan tindak pidana korupsi dan atau pencucian dalam proses penyelesaian utang atau kewajiban PT CBS kepada PT KNI oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara. Dugaan korupsi terjadi pada kurun waktu 2020-2025.

"Langkah-langkah yang kami lakukan pada hari ini, kami melakukan upaya di dalam pemenuhan alat bukti di delapan lokasi yang kami lakukan penggeledahan," kata Victor.

(Achmad Zulfikar Fazli)