Terungkap, Satu Keluarga yang Tewas di Warakas Ternyata Dibunuh Anak Korban

Konferensi pers kasus pembunuhan berencana satu keluarga di Warakas, Jakut. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.

Terungkap, Satu Keluarga yang Tewas di Warakas Ternyata Dibunuh Anak Korban

Yurike • 6 February 2026 14:40

Jakarta: Penyebab kematian satu keluarga di rumah kontrakan di Jalan Warakas 8, RT 06 RW 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya terungkap. Setelah lebih dari satu bulan, polisi memastikan kasus keracunan yang menewaskan tiga orang sekeluarga itu merupakan pembunuhan berencana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, informasi tersebut. Tersangka pembunuhan adalah salah satu anak korban bernama Abdullah Syauqi Jamaludin, 22.

"Terkait pengungkapan kasus pembunuhan berencana dengan cara meracuni satu keluarga di wilayah Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan korban meninggal dunia sebanyak tiga orang," kata Budi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat, 6 Februari 2026.

Dari pemeriksaan fisik ketiga jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, melalui visum pemeriksaan dalam terungkap kematian korban karena adanya senyawa kimia yang masuk ke tubuh korban di luar dari ambang batas.

Sementara itu, Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Azhar Darlan mengatakan berdasarkan pemeriksaan di dalam organ ketiga jenazah dan juga di TKP ditemukan adanya kandungan Zinc Phosphide.

"Seluruh korban yang meninggal ada tiga orang, organ nya positif terkandung zinc phosphide. Kemudian di TKP kami temukan juga ada alkohol, hampir semua minuman ada alkoholnya. Kemudian pada satu gelas mengandung zinc phosphide," kata Azhar.

Pemeriksaan ini diperkuat dengan pernyataan Dokter Spesialis Forensik RS Polri Kramat Jati, dr. Raditya Mahardika. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam (autopsi) terhadap tiga jenazah dan ditemukan tanda pembusukan lanjut.

Sejumlah barang bukti kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakut. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.

Sementara itu, pemeriksaan dalam pada organ otak ditemukan lebam pada pembuluh darah. Pada paru-paru ditemukan pembengkakan serta tanda-tanda peradangan dan pada lambung dan usus, sebagian jaringan tampak berwarna merah muda.

"Saat pemeriksaan lambung, ditemukan cairan berwarna cokelat, disertai pelebaran pembuluh darah, serta tercium bau yang sangat menyengat ketika lambung dibuka," kata Mahardika.

"Dapat disimpulkan penyebab kematian adalah akibat paparan senyawa kimia atau zat yang tidak lazim masuk ke dalam tubuh, dalam jumlah melebihi batas toleransi, yang mengakibatkan korban mengalami mati lemas," sambung Mahardika.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)