Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Foto: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.
Beda Gaya, Pramono Emoh Masuk Gorong-Gorong Saat Kerja Bakti
Fachri Audhia Hafiez • 8 February 2026 13:21
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan enggan melakukan aksi masuk ke dalam gorong-gorong. Karena lebih memilih memaksimalkan fungsi otak dan strategi dalam menyelesaikan persoalan Jakarta.
Hal itu disampaikannya di sela-sela peninjauan pembersihan pascabanjir. Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).
"Tadi, saya sambil bercanda sama Pak JK 'Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya'. Pak JK ketawa," kata Pramono di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, dilansir Antara, Minggu, 8 Februari 2026.
Pramono berkelakar bahwa sebenarnya ia bisa saja melakukan aksi tersebut. Namun, ia menilai hal itu justru akan memicu reaksi heran dari awak media dan lebih memilih fokus pada mobilisasi kekuatan besar untuk membersihkan Ibu Kota secara serentak.
"Sekali-sekali Gubernur DKI masuk gorong-gorong, saya mau saja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong," seloroh Pramono.
Pramono menjelaskan, daripada melakukan aksi individu di gorong-gorong, ia lebih memilih menggerakkan 171.134 personel gabungan di 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Langkah masif ini melibatkan seluruh unsur Forkopimda, termasuk Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya, sebagai bentuk tindak lanjut arahan Presiden dalam Rakornas.
"Sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang," tegas Pramono.
.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Rano Karno menambahkan bahwa fokus teknis di lapangan adalah pengurasan saluran air guna mencegah penyumbatan sampah dan menekan risiko penyakit DBD. Pemprov DKI juga mengerahkan 60 unit alat berat serta ratusan truk pengangkut untuk menangani titik-titik prioritas di Jakarta.
"Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya kan dulu kita dengar 3M. Nah, inilah harus kita sampaikan kepada masyarakat. Memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus kita dilakukan bersama-sama," kata Rano saat meninjau kerja bakti di Jalan Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat