Pramono Ungkap Penyebab Harga Cabai Melonjak Jelang Ramadan 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Aris Setya.

Pramono Ungkap Penyebab Harga Cabai Melonjak Jelang Ramadan 2026

Aris Setya • 19 February 2026 14:56

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan penyebab utama kenaikan harga cabai keriting di Ibu Kota menjelang bulan Ramadan 2026. Penurunan volume suplai dari daerah produsen akibat faktor cuaca menjadi pemicu utama fluktuasi harga di pasar-pasar Jakarta.

“Harga cabai keriting itu naik karena kenapa, suplai yang dari Jawa maupun Sulawesi Selatan itu kuantitasnya mengalami penurunan karena hujan,” ungkap Pramono di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.
 


Pramono menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi di wilayah pemasok mengganggu hasil panen dan distribusi ke Jakarta. Hal ini berdampak langsung pada ketersediaan stok di tingkat pedagang saat permintaan masyarakat mulai meningkat menyambut bulan suci.

“Idulfitri dan Ramadan ini, pemerintah DKI Jakarta tentunya melihat semua kebutuhan pokok utama itu secara detail. Sekarang ini memang terjadi kenaikan cabai keriting,” ujar Pramono.

Orang nomor satu di Jakarta tersebut optimistis harga komoditas pedas ini akan segera melandai seiring dengan mulai menurunnya intensitas hujan di sejumlah wilayah. Ia memprediksi stabilitas harga akan kembali tercapai dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan.

“Jadi curah hujan ini menyebabkan penurunan tetapi dengan sekarang ini curah hujan mulai turun. Saya yakin dalam satu minggu dua minggu ke depan bisa pasti harga cabai di Jakarta bisa normal kembali,” tutur Pramono.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Aris Setya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal melakukan intervensi pasar untuk menekan inflasi daerah. Pemprov berencana menyerap cabai langsung dari sumbernya untuk didistribusikan kembali kepada para pedagang eceran dengan skema harga yang terkendali.

“Kenapa bisa normal kembali, karena kami akan melakukan intervensi. Kami akan membeli cabai kemudian menjual kepada pengecer atau pedagang. (Pemprov akan) memberikan keuntungan Rp5 ribu supaya harganya terkontrol, karena saya yakin dengan cara seperti ini, inflasi di Jakarta pasti akan bisa kita kontrol,” kata Pramono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)