10 Mata Uang Terlemah di Dunia Tahun 2026 Versi Forbes

Ilustrasi mata uang rial Iran. (Amir Ghoorchiani/Pexels)

10 Mata Uang Terlemah di Dunia Tahun 2026 Versi Forbes

Riza Aslam Khaeron • 15 May 2026 18:34

Jakarta: Netizen belakangan ini dihebohkan oleh kabar mengenai nilai tukar rupiah yang sempat melampaui angka Rp17.000 per dolar AS. Angka ini memicu kekhawatiran karena melampaui rekor kurs pada krisis moneter Juni 1998 yang berada di level Rp16.800.

Meskipun demikian, rupiah sebenarnya bukanlah mata uang dengan nilai terendah di dunia saat ini. Forbes baru-baru ini merilis daftar 10 mata uang terlemah per 5 Mei 2026, Berikut daftanya:

1. Rial Iran (IRR)

Rial Iran masih mengukuhkan posisinya sebagai mata uang paling lemah di dunia. Mengutip data kurs pasar bebas dari Alanchand per 15 Mei 2026, satu dolar AS setara dengan 1.822.000 rial Iran. Artinya, nilai satu rial hanya berkisar $0,00000055.

Mata uang yang diperkenalkan sejak akhir 1700-an ini terus tertekan meski Iran merupakan salah satu eksportir minyak dan gas utama. Sanksi ekonomi yang berkepanjangan, ditambah perang dengan Israel dan Amerika Serikat, menjadi faktor utama yang membuat nilai IRR kian anjlok.

2. Pound Lebanon (LBP)

Berdasarkan data Xe Currency Converter per 15 Mei 2026, satu dolar AS kini setara dengan 89.415,70 pound Lebanon. Sebagai negara yang mengandalkan sektor jasa serta ekspor logam dan produk kimia, Lebanon tengah menghadapi badai ekonomi yang serius.

Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang stagnan, inflasi yang tak terkendali, tingginya angka pengangguran, hingga krisis perbankan dan ketidakstabilan politik menjadi penyebab utama rapuhnya nilai LBP.

3. Dong Vietnam (VND)

Satu dolar AS tercatat setara dengan 26.322,41 dong Vietnam per 15 Mei 2026. Meskipun Vietnam memiliki struktur ekonomi kuat di sektor elektronik, energi, dan tekstil, nilai tukar mata uangnya masih berada di level yang rendah.

Tekanan pada dong dipicu oleh pembatasan ekspor, perlambatan permintaan global, serta dampak suku bunga tinggi yang bertahan lama di Amerika Serikat.

4. Kip Laos (LAK)

Diperkenalkan sejak 1950-an, kip Laos tetap menjadi salah satu mata uang dengan nilai terendah. Per 15 Mei 2026, satu dolar AS setara dengan 21.946,67 kip Laos. Meski kaya akan sumber daya tembaga, emas, dan kayu, ekonomi Laos yang terkurung daratan (landlocked) menghadapi tantangan berat.

Pertumbuhan ekonomi yang lamban, tumpukan utang luar negeri, dan inflasi yang terus merangkak naik menjadi beban utama bagi stabilitas mata uang ini.

5. Rupiah Indonesia (IDR)


Rupiah. Foto: Metrototvnews.com/Husen.

Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara juga masuk ke dalam daftar ini. JISDOR Bank Indonesia mencatat kurs rupiah berada di level Rp17.496 per dolar AS pada 13 Mei 2026. Meskipun sektor jasa tumbuh pesat, rupiah terus mendapat tekanan akibat inflasi dan kekhawatiran pasar terhadap ancaman resesi, menurut Forbes.

6. Som Uzbekistan (UZS)

Sejak diperkenalkan pada 1993, som Uzbekistan tetap berada dalam kelompok mata uang bernominal rendah. Per 15 Mei 2026, satu dolar AS setara dengan 11.995,61 som. Meski merupakan eksportir kapas dan memiliki cadangan mineral melimpah, reformasi ekonomi di negara bekas republik Soviet ini masih dibayangi oleh masalah korupsi dan pengangguran.

7. Franc Guinea (GNF)

Guinea, negara di Afrika Sub-Sahara yang kaya akan emas dan berlian, memiliki mata uang yang nilainya masih terpuruk. Per 13 Mei 2026, satu dolar AS setara dengan 8.778,61 franc Guinea. Krisis nilai tukar di negara bekas koloni Prancis ini dipicu oleh inflasi tinggi, ketidakstabilan militer, serta arus pengungsi dari negara tetangga.

8. Franc Burundi (BIF)

Mata uang yang telah beredar sejak 1916 ini tercatat berada di posisi 2.976,62 per dolar AS pada 14 Mei 2026. Ekonomi Burundi sangat bergantung pada ekspor kopi dan teh yang menyumbang 90% total ekspor mereka. Ketergantungan pada sektor pertanian ini membuat nilai tukar BIF sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.
 
Baca Juga:
Rupiah Pagi Ini di Posisi Rp17.600-an per USD

9. Ariary Malagasi (MGA)

Mengutip data terbaru, satu dolar AS setara dengan 4.187,86 ariary Malagasi. Madagaskar, negara kepulauan yang mengandalkan sektor pertanian dan pertambangan (seperti vanili dan nikel), masih berjuang menstabilkan mata uangnya di tengah tantangan infrastruktur dan keterbatasan ekonomi.

10. Guarani Paraguay (PYG)

Menutup daftar 10 besar, guarani Paraguay mencatatkan nilai tukar 6.118,73 per dolar AS. Sebagai produsen utama kedelai dan daging sapi, ekonomi Paraguay sebenarnya cukup produktif. Namun, nilai mata uangnya sulit menguat akibat masalah inflasi kronis, korupsi, dan maraknya peredaran uang palsu di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, pelemahan mata uang di atas umumnya berakar pada masalah yang serupa: ketidakstabilan politik, sanksi internasional, dan ketergantungan pada sektor tunggal. Kasus Rial Iran menjadi pengingat nyata bagaimana tekanan geopolitik mampu menghancurkan ekonomi suatu bangsa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)