Legislator soal WNI Diculik Israel: Kita Tidak Boleh Diam

Anggota DPR RI Amelia Anggraini di kompleks parlemen, Jakarta. (ANTARA/HO-DPR)

Legislator soal WNI Diculik Israel: Kita Tidak Boleh Diam

Achmad Zulfikar Fazli • 20 May 2026 22:05

Jakarta: Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini mengatakan seluruh pihak tidak boleh diam saat merespons kabar aktivis hingga jurnalis warga negara Indonesia (WNI) diculik militer Israel dalam misi kemanusiaan untuk Gaza. Negara atau Pemerintah Indonesia harus hadir secara penuh untuk melindungi setiap WNI di mana pun.

"Kita tidak boleh diam ketika warga negara Indonesia yang membawa bantuan kemanusiaan justru menghadapi tindakan represif," kata Amelia dalam keterangan di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 20 Mei 2026.

Dia mengecam keras penangkapan sejumlah WNI tersebut oleh militer Israel. Menurut dia, penahanan terhadap relawan dan jurnalis sipil di laut internasional bukan hanya persoalan diplomatik, tetapi juga menyangkut prinsip kemanusiaan dan penghormatan terhadap hukum internasional.

"Keselamatan, akses komunikasi, dan kepastian hukum mereka harus menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia," kata dia.

Pasukan militer I
srael mencegat salah satu armada Global Sumud Flotila. Foto: Al Jazeera

Baca Juga: 

Sejumlah Negara Kecam Israel Atas Insiden Global Sumud Flotilla, Ini Daftarnya

Dia mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, TNI, serta seluruh misi diplomasi internasional bergerak cepat untuk memastikan kondisi para WNI yang ditangkap tetap aman dan segera mendapatkan pembebasan.

Sebelumnya, Menlu RI Sugiono memastikan Indonesia telah berkoordinasi dengan perwakilan RI di Timur Tengah serta negara-negara sahabat yang warga negaranya berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla (GSF) yang diserang Israel. Koordinasi intensif tersebut, ditempuh demi memastikan keselamatan sembilan warga negara Indonesia yang terkonfirmasi diculik oleh Israel yang menyergap konvoi pelayaran kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut pada awal pekan ini.

“Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama, (negara) yang warga negaranya mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki,” kata Sugiono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)