Ilustrasi korban pelecehan seksual. Foto: Dok. ANTARA/HO.
Kasus Mohan Hazian Jadi Sorotan, Begini Cara Menghindari Pelecehan Seksual
Putri Purnama Sari • 10 February 2026 17:05
Jakarta: Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Mohan Hazian, pemilik brand fesyen Thanksinsomnia menyita perhatian publik. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa pelecehan seksual bisa terjadi di berbagai ruang, termasuk lingkungan kerja dan relasi profesional.
Nama Mohan menjadi perbincangan publik sejak Senin malam, 9 Februari 2026, setelah sebuah utas di platform X yang diunggah oleh akun @aarummanis viral di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengaku pernah menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh sosok berinisial M, yang disebut sebagai pemilik sebuah brand lokal. Peristiwa itu diklaim terjadi pada 2025.
Korban menuturkan, dugaan pelecehan tersebut terjadi usai sesi pemotretan, saat dirinya tengah bekerja sebagai model fesyen untuk brand yang dimaksud. Ia mengaku dipaksa melakukan tindakan yang tidak pantas oleh terduga pelaku.
Korban menyatakan sempat melakukan perlawanan dengan cara mendorong, mencakar, dan memukul, serta mengaku mengalami rasa takut dan trauma setelah kejadian tersebut.

Seiring viralnya utas tersebut, warganet mulai berspekulasi mengenai identitas pemilik brand yang dimaksud. Nama Mohan Hazian kemudian ramai diperbincangkan dan disebut-sebut sebagai sosok yang diduga terkait dengan tuduhan tersebut. Bahkan, pihak manajemen Thanksinsomnia mengatakan bahwa Mohan telah di nonaktifkan dari segala bentuk kerja sama.
Mohan melakiukan klarifikasi lewat pernyataan tertulis. Dia meminta maaf hingga membantah tudingan soal pemerkosaan seperti yang ramai di unggahan media sosial.
"Saya juga menyadari bahwa sebagai manusia saya memiliki banyak kekurangan dan pernah mengambil keputusan di masa lalu yang tidak bijak serta berdampak luas, namun yang harus saya garis bawahi saya tidak seperti yang dituduhkan, saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapapun."
"Semua kesalahan yang terjadi di masa lalu adalah murni kekhilafan saya dengan wanita lain. Namun, kejadian tersebut sudah memberikan impact kepada istri dan anak saya. Itu murni kesalahan yang saya lakukan dan tidak dapat dibenarkan dengan cara apapun, bagaimanapun," tambah Mohan.
Cara Menghindari Aksi Pelecehan Seksual
Berkaca dari kasus tersebut, pencegahan pelecehan seksual perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh individu, komunitas, maupun institusi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya pelecehan seksual.1. Kenali Bentuk Pelecehan Seksual
Pelecehan seksual tidak selalu berbentuk kontak fisik. Perilaku seperti komentar bernuansa seksual, candaan yang tidak pantas, pesan pribadi yang melewati batas, hingga tekanan relasi kuasa juga termasuk bentuk pelecehan. Memahami ragam bentuk pelecehan menjadi langkah awal untuk mencegahnya.
2. Tegaskan Batasan Sejak Awal

Ilustrasi freepik
Menetapkan batasan pribadi sangat penting, terutama dalam hubungan kerja atau profesional. Jika merasa tidak nyaman dengan sikap, ucapan, atau perlakuan seseorang, sampaikan keberatan secara tegas dan jelas.
3. Hindari Situasi Rentan
Sebisa mungkin, hindari pertemuan tertutup tanpa saksi, terutama jika belum memiliki relasi profesional yang kuat. Pilih ruang terbuka atau melibatkan pihak ketiga saat melakukan diskusi atau kerja sama.
4. Simpan Bukti dan Catatan
Jika mengalami atau menyaksikan indikasi pelecehan, simpan bukti seperti tangkapan layar percakapan, rekaman, atau catatan kronologi kejadian. Bukti ini penting jika kelak diperlukan untuk pelaporan atau pendampingan hukum.
5. Laporkan ke Pihak Berwenang atau Lembaga Terkait
Korban pelecehan seksual memiliki hak untuk melapor. Laporan dapat disampaikan ke atasan, HRD, lembaga perlindungan korban, atau aparat penegak hukum. Melapor bukan berarti membuka aib, melainkan upaya mencari keadilan dan perlindungan.
Baca Juga :
6. Bangun Lingkungan yang Aman dan Beretika
Institusi dan pelaku usaha perlu membangun budaya kerja yang aman, menghormati batasan, serta memiliki kebijakan tegas terkait pelecehan seksual. Edukasi dan sosialisasi secara berkala juga penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
7. Dukung Korban, Bukan Menyalahkan
Salah satu faktor yang membuat pelecehan terus terjadi adalah budaya menyalahkan korban. Dukungan moral, empati, dan kepercayaan terhadap korban sangat penting agar mereka berani bersuara.
Kasus pelecehan seksual, termasuk yang menyeret Mohan Hazian, seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. Pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab korban, tetapi juga lingkungan sekitar dan sistem yang menaunginya.
Dengan meningkatkan kesadaran, keberanian bersuara, serta membangun ruang yang aman, pelecehan seksual dapat dicegah dan diminimalkan.