Kasus Pelecehan Guru di Pasar Rebo, Korban Diduga Lebih 2 Orang

Ilustrasi korban pelecehan seksual. Foto: Dok. ANTARA/HO.

Kasus Pelecehan Guru di Pasar Rebo, Korban Diduga Lebih 2 Orang

Fachri Audhia Hafiez • 10 February 2026 10:19

Jakarta: Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru di salah satu SMA di Pasar Rebo, Jakarta Timur, memasuki babak baru. Kuasa hukum korban mengungkapkan bahwa jumlah siswi yang menjadi korban diperkirakan terus bertambah dan diduga telah berlangsung cukup lama tanpa terungkap ke publik.

"Yang kita dapat ada beberapa korban. Memang mungkin selama ini mereka enggak berani speak up. Estimasi mungkin lebih dari dua orang," kata kuasa hukum salah satu korban, Wanda Al-Fathi Akbar, di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Februari 2026.
 


Wanda menjelaskan bahwa aksi nekat oknum guru tersebut mulai terkuak setelah salah satu korban berinisial N berani melapor ke Polres Metro Jakarta Timur. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelecehan dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp berisi percakapan tidak pantas mengenai fisik siswi, bahkan terdapat informasi adanya tindakan pelecehan fisik.

"Oknum guru itu saling chat-chat-an lewat WhatsApp. Dari situ, saling membicarakan korban dan siswa-siswa lainnya mengenai fisik. Bukti yang kita pegang saat ini baru verbal, lewat WA. Tapi info dari teman-teman yang lain, ada yang main fisik juga," ujar Wanda.

Pihak kuasa hukum mendesak sekolah untuk tidak lepas tangan meski oknum guru tersebut telah diberhentikan. Dukungan sekolah dinilai krusial untuk mengawal proses hukum yang kini berada di tahap penyelidikan serta memberikan pendampingan psikologis bagi para korban yang mengalami trauma berat.
 
"Ini kita bermusyawarah supaya ada solusi dari pihak sekolah. Kita meminta bahwa dengan adanya laporan dan pemberhentian terhadap oknum dua guru tadi, pihak sekolah tidak lepas tangan," ucap Wanda.

Sebelumnya, solidaritas siswa pecah dalam aksi demonstrasi di sekolah pada Senin, 9 Februari. Para siswa menuntut transparansi dan pengusutan tuntas terhadap oknum guru yang diduga memanfaatkan grup WhatsApp untuk membicarakan siswinya secara asusila. 

Sejumlah alumni pun mulai bersuara terkait pengalaman serupa, menandakan praktik menyimpang ini diduga telah menjadi "rahasia umum" yang baru berani dibongkar sekarang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)