Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.082/USD Sore Ini

Ilustrasi rupiah. Foto: Metrotvnews.com/Husen Miftahudin

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.082/USD Sore Ini

Gervin Nathaniel Purba • 5 November 2026 16:25

Jakarta: Nilai tukar rupiah terlihat bangkit terhadap dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan Kamis, 5 November 2026. Mata uang Garuda menguat setelah tumbang berturut-turut pada penutupan perdagangan sejak Senin lalu.
 
Dikutip dari Bloomberg, rupiah bergerak naik 86 poin atau 0,47 persen menjadi Rp18.082 per USD, dibandingkan penutupan sore kemarin pada level Rp18.168 per USD.

Jika dilihat dari data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, mata uang Garuda kembali melanjutkan tren penguatan terhadap USD. Rupiah menguat pada level Rp18.094 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar Rp18.140 per USD.
 
Sementara data Yahoo Finance mencatat gerak rupiah menguat 65 poin atau setara 0,36 persen. Rupiah ditutup pada level Rp18.075 per USD pada sore ini.
 

Pertumbuhan ekonomi 5,47% beri sinyal positif

Menurut riset dari Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menguatnya rupiah terjadi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5,47 persen (yoy) pada kuartal III-2026. Kenaikan ini mengindikasikan konsumsi masyarakat, aktivitas usaha, investasi, dan belanja pemerintah masih mampu menopang pertumbuhan ekonomi.

Jika dibandingkan dengan kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen, pertumbuhan ekonomi masih menunjukkan perlambatan secara keseluruhan. Artinya, pemulihan ekonomi belum sepenuhnya merata dan masih perlu didukung oleh peningkatan daya beli masyarakat serta investasi sektor swasta.


Mata Uang 8 Negara ASEAN dan Perbandingannya dengan Rupiah

Mata uang Rupiah. (Freepik)

 
"Namun, pasar tetap akan mencermati kualitas pertumbuhan. Terutama daya beli masyarakat, inflasi, nilai tukar rupiah, dan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas fiskal. Jika pertumbuhan terus terjaga tanpa tekanan inflasi yang tinggi, hal ini dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia," kata Ibrahim.

Ibrahim memprediksi mata uang Garuda bergerak fluktuatif namun ditutup melemah untuk perdagangan Jumat, 6 November 2026. Rupiah diprediksi ditutup melemah pada rentang Rp18.080 per USD hingga Rp18.130 per USD.
 
"Sedangkan perdagangan dalam minggu ini pada rentang Rp18 ribu hingga Rp18.320 per USD," ucap dia.

(Gervin Nathaniel Purba)