Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr
Harga Emas Dunia Cetak Level Tertinggi Sepekan, Tembus USD4.196
Husen Miftahudin • 10 October 2026 08:55
Chicago: Harga emas dunia menguat selama dua sesi berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Jumat waktu setempat. Kenaikan tersebut terjadi di tengah penurunan harga minyak dan perhatian investor terhadap prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Investing.com, Sabtu, 10 Oktober 2026, harga emas spot naik 1,5 persen menjadi USD4.196 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS menguat 1,5 persen menjadi USD4.218,97 per ons. Dengan kenaikan tersebut, emas diperkirakan mencatatkan penguatan mingguan.
Adapun, penguatan dolar AS kembali berlanjut setelah sempat terhenti. Kondisi ini berpotensi membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Analis ING memperingatkan penguatan dolar dapat berlanjut, meskipun pelemahannya berpotensi bersifat sementara dan terbatas. Kondisi pasar obligasi yang rapuh serta kecenderungan kebijakan moneter The Fed yang agresif turut menjadi perhatian pelaku pasar.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Prospek kenaikan suku bunga Fed disorot
The Fed menaikkan suku bunga pada September 2026. Para pembuat kebijakan menyebut pengendalian tekanan inflasi sebagai salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan moneter.
Pada Kamis, Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem menyatakan pengetatan moneter lebih lanjut diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen dalam jangka waktu yang wajar.
Musalem menambahkan suku bunga mungkin perlu dinaikkan lagi dalam enam hingga sembilan bulan ke depan. Namun, ia tidak memberikan indikasi mengenai dukungannya terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober.
Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 18 persen pada Oktober dan 82 persen pada Desember.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas batangan. Oleh karena itu, investor terus mencermati perkembangan inflasi dan arah kebijakan The Fed untuk memperkirakan pergerakan harga emas selanjutnya.