Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Emas Dunia Berpotensi Menguat, Berpeluang Tembus USD4.233/Troy Ons
Husen Miftahudin • 9 October 2026 11:27
Jakarta: Harga emas dunia atau XAU/USD berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan depan dengan menguji area resistance USD4.208-USD4.233. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada grafik harian (daily timeframe) masih menunjukkan tren kenaikan jangka pendek atau secondary bullish trend.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan, harga emas kembali bergerak naik setelah mengalami penolakan di sekitar USD4.100. Setelah sempat tertekan, XAUUSD menunjukkan pemulihan dan bergerak menuju USD4.170.
Pergerakan tersebut mengindikasikan munculnya kembali minat beli setelah harga emas mengalami tekanan. Namun, keberlanjutan penguatan masih bergantung pada kemampuan harga mempertahankan momentum bullish.
Menurut analisis Dupoin Futures, area USD4.208-USD4.233 menjadi zona resistance penting yang perlu dicermati pada pekan depan. Apabila momentum beli tetap terjaga, harga emas berpeluang menguji rentang resistance tersebut. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat di sekitar area itu, pergerakan XAUUSD berpotensi melambat dan memasuki fase koreksi.
Di sisi lain, level USD4.100 menjadi area support penting bagi pergerakan emas. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju resistance berikutnya masih terbuka.
"Namun, apabila XAUUSD menembus support USD4.100 ke bawah, skenario kenaikan perlu dievaluasi kembali karena tekanan bearish berpotensi menguat," ungkap Geraldo dalam analisis harian, Jumat, 9 Oktober 2026.
Konflik geopolitik berpotensi topang harga emas
Dari sisi fundamental, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang berpotensi menopang permintaan emas sebagai aset safe haven.
Ketika risiko global meningkat, sebagian investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dinilai dapat membantu menjaga nilai portofolio di tengah ketidakpastian pasar.
Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury yield juga menjadi faktor penting yang memengaruhi harga emas.
Pada Jumat, 9 Oktober 2026, harga emas naik sekitar 0,9 persen menjadi USD4.169,32 per troy ons. Penguatan tersebut terjadi seiring pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury yang meningkatkan daya tarik logam mulia.
Selain itu, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) untuk memperkirakan prospek harga emas ke depan.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Kebijakan The Fed jadi risiko penguatan emas
Meski peluang kenaikan masih terbuka, pergerakan emas tetap menghadapi sejumlah risiko. Sikap The Fed yang lebih hawkish atau cenderung mempertahankan kebijakan moneter ketat, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun, dapat menopang dolar AS dan imbal hasil Treasury.
Kondisi tersebut berpotensi membatasi kenaikan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga seperti instrumen pendapatan tetap.
Geraldo menilai pelaku pasar perlu mencermati pergerakan dolar AS, imbal hasil Treasury, dan perkembangan geopolitik secara bersamaan. Kombinasi ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi keberlanjutan momentum bullish emas hingga pekan depan.
Dengan demikian, analisis Dupoin Futures masih membuka peluang penguatan XAUUSD menuju USD4.208–USD4.233. Skenario tersebut bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support USD4.100 dan keberlanjutan momentum beli.
"Sebaliknya, penguatan dolar AS atau meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari The Fed berpotensi menahan kenaikan harga emas," tutup Geraldo.