Eksklusif! Eks Napi Blak-blakan Fakta di Balik Sel Mewah Lapas Cibinong

Wawancara ekslusif bersama mantan Narapidana (napi) Lapas Cibinong (kanan). Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV

Eksklusif! Eks Napi Blak-blakan Fakta di Balik Sel Mewah Lapas Cibinong

Muhamad Marup • 29 September 2026 14:24

Jakarta: Mantan narapidana (napi) Lapas Cibinong, Asep (nama samaran), mengungkapkan fakta-fakta di balik temuan adanya sel mewah di lembaga tersebut. Menurutnya, banyak ketimpangan yang terjadi dan fakta-fakta yang belum terungkap.

Dalam wawancara eksklusif bersama Metro TV, Asep menuturkan ada ketimpangan perlakuan antara napi koruptor dan nonkoruptor. Tidak hanya fasilitas dan sel khusus, tapi perlakuan terhadap napi koruptor sangat spesial.

Napi koruptor, terang Asep, memiliki akses dan jadwal kunjungan berbeda. Mereka juga tidak menggunakan pakaian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

"Bahkan di jam tidak berkunjung mereka mendapatkan akses bahkan ke ruangan terpisah untuk kunjungan. Terus adanya blok khusus para koruptor, yaitu blok Bravo," ujar Asep, dalam program Top Issue Metro TV, yang tayang Senin malam, 28 September 2026.

Ia mengatakan, selain sidak beberapa waktu lalu, Ombudsman pernah menemukan hal serupa pada 2019-2020. Namun, tidak ada tindak lanjut terkait temuan tersebut.

Asep menilai, selain sel mewah, terdapat bangunan-bangunan yang disalahgunakan. Tak tanggung, Asep menyebut jika tempat peribadatan juga menjadi bangunan yang disalahgunakan.

"Makanya setiap sidak itu, masjid itu selalu disahkanakan full aktivitas supaya orang yang sidak juga senggan buat masuk periksa ke area masjid. Lalu di bangunan vihara gereja. Kalau sekarang disidak lagi nggak mungkin ada sih itu," katanya.

Terkait adanya alibi napi di sel mewah Lapas Cibinong merupakan napi asimilasi, Asep menampik hal tersebut. Menurutnya, jika napi tersebut juga sedang dalam tugas kerja, maka seharusnya mengenakan atribut narapidana.

"Coba kita lihat. Terus apa gunanya mobil yang ada di halaman itu? Barang-barangnya juga bukan barang-barang milik petugas lapas sendiri. Masa ada foto narapidana di dalam rumah dinas? Bangunan itu kalau mau dibongkar semuanya, bisa dilihat kok dari citra satelit kapan bangunan itu dibangun," jelasnya.

Ia menyebut, harga untuk bisa menempati sel mewah di Lapas Cibinong bervariasi di kisaran Rp300 juta hingga Rp1 Miliar.

"Untuk awal saja dan ada biaya bulanan lagi. Tapi nanti akan ada dijepit lagi dengan biaya-biaya lain," ucapnya.

Sidak Ombudsman menemukan adanya sel mewah di Lapas Cibinong. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV

Pungutan Liar

Selain ketimpangan, para napi biasa juga kerap mendapat tekanan dari petugas lapas baik dalam bentuk pemalakan maupun pungutan liar. Menurut Asep, setiap kunjungan pihak keluarga, para napi harus membayar sebesar Rp150.000 untuk sewa baju.

"Nanti kita sudah balik (kunjungan), makanan kita segala macam juga dicomot-comotin gitu," ungkapnya.

Ia menerangkan, para napi koruptor juga dimintai uang untuk alasan kegiatan eksternal. Tidak hanya itu, napi koruptor juga memberikan uang 'pelicin' untuk para petugas gabungan yang akan sidak.

Asep menerangkan, perlakuan terhadap napi nonkoruptor lebih memprihatinkan. Ketika masuk, napi tersebut akan mendapat tindakan kekerasan agar bisa membayar Rp7 juta untuk mendapat perlindungan.

"Jika tidak mereka biarkan, mereka akan disiksa, tidak dikasih makan, tidak dikasih minum, disuruh tidur di kamar mandi, bahkan disuruh tidur jongkok, dan lain-lain. Mereka bisa dijadikan tumbal ketika ada temuan HP," ucapnya. Ia menjelaskan, para napi juga bisa mendapat akses HP dengan harga Rp3-4 juta rupiah dari petugas lapas. HP-HP tersebut untuk memberi akses napi mendapat uang, termasuk dari pinjol.

"Mereka memberikan fasilitas handphone untuk kita menghubungi semua orang yang ada di luar. Keluarga, kerabat, siapapun itu, dengan alasan apapun itu, kita disuruh menipu dan lain sebagainya, yang penting uang itu ada. Bahkan kita disuruh melakukan pinjol," tutupnya.

(Muhamad Marup)