Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Wall Street Naik Tipis setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga
Eko Nordiansyah • 29 October 2026 08:08
New York: Wall Street pada Rabu, 28 Oktober 2026, berakhir sedikit lebih tinggi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyatakan kondisi keuangan telah sedikit mengetat sejak keputusan suku bunga bank sentral pada September.
Para investor kini menantikan laporan kinerja kuartalan dari Microsoft dan Alphabet yang akan dirilis setelah penutupan pasar. Tren pemulihan pada sektor kecerdasan buatan (AI) terus berlanjut, didorong oleh laporan laba yang sangat kuat dari raksasa cip memori, SK Hynix.
Kekhawatiran mengenai pendanaan AI yang bersumber dari utang sempat mendominasi pemberitaan belakangan ini. Oleh karena itu, para pelaku pasar akan mencermati laporan kuartalan dari kelompok "Magnificent Seven" untuk melihat rencana belanja mereka ke depan.
Dikutip dari Investing, Kamis, 29 Oktober 2026, indeks acuan S&P 500 naik 0,4 persen dan ditutup pada level 7.750,88 poin, sementara indeks saham unggulan (blue-chip) Dow Jones Industrial Average menguat 0,2 persen menjadi 52.479,62 poin. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,3 persen dan ditutup pada level 26.549,85 poin.
The Fed tidak mengubah suku bunga
Perhatian pada Rabu tertuju pada Federal Open Market Committee (FOMC), yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil, setelah sebelumnya menaikkan suku bunga pada September, kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun.Langkah ini diambil meskipun laporan inflasi konsumen dan produsen AS awal bulan ini menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan; sebagian karena lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) sejak pertemuan FOMC September telah mendorong kenaikan biaya pinjaman.
Dalam konferensi pers setelah pengumuman keputusan tersebut, Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan kondisi di sektor ketenagakerjaan, salah satu bagian dari mandat ganda bank sentral, tergolong cukup positif, sementara diskusi Federal Open Market Committee (FOMC) lebih berfokus pada aspek inflasi.
Warsh menambahkan The Fed juga mengamati adanya pengetatan kondisi keuangan serta sikap yang lebih selektif dari para pelaku pasar sejak pertemuan FOMC September.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Xinhua)
Sekali lagi, Warsh memilih untuk tidak memberikan panduan ke depan (forward guidance). Ia juga mencatat bahwa akan ada data ekonomi krusial yang dirilis dalam beberapa hari ke depan, dan informasi yang diterima selama periode mendatang akan membantu Fed menentukan arah kebijakan ke depannya.
Para pengamat kebijakan moneter akan segera menerima data produk domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal ketiga serta angka indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan September, yang dijadwalkan rilis paling cepat Kamis ini.
"Periode di depan kita ini kaya akan informasi. Dalam periode mendatang, kita akan dapat menentukan langkah yang tepat, untuk mencapai stabilitas harga. Saya merasa optimis dengan kemajuan yang telah kita capai dalam waktu singkat." kata Warsh.
Warsh juga mengumumkan perubahan jadwal pertemuan FOMC untuk 2027 dan 2028. Meski komite akan tetap mengadakan delapan kali pertemuan, salah satu pertemuan tahun depan akan difokuskan pada strategi kebijakan moneter, bukan untuk memutuskan suku bunga acuan (federal funds rate). Jumlah pertemuan dengan agenda tersebut akan bertambah menjadi dua kali pada 2028.
SK Hynix mendorong sektor cip
Di luar perkembangan terkait The Fed, tren investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi topik diskusi utama. Setelah sempat berada di bawah tekanan, sektor kecerdasan buatan (AI) kembali bangkit minggu ini, terutama didorong oleh antusiasme seputar pengajuan penawaran umum perdana (IPO) oleh Anthropic.Pada Rabu, SK Hynix menjadi katalis positif bagi sektor AI. Produsen cip memori terbesar kedua di Korea Selatan ini mencatatkan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi serta memaparkan rencana untuk memberikan imbal hasil besar kepada para pemegang saham. Hal ini mendorong harga sahamnya di bursa Seoul melonjak hampir 11 persen, sementara sahamnya yang tercatat di bursa AS ditutup dengan kenaikan lebih dari 13 persen.
Perusahaan tersebut, yang merupakan pemasok utama bagi industri kecerdasan buatan (AI), mencatatkan laba dan pendapatan rekor pada kuartal ini. Mereka juga menyatakan rencana untuk mengembalikan total 100 triliun won (USD74,4 miliar) kepada para pemegang saham pada 2026.
Menurut SK Hynix, permintaan memori yang didorong oleh AI diperkirakan akan terus membuat pasar tetap ketat setidaknya hingga 2030, yang memicu lonjakan harga saham secara luas di sektor pembuatan cip dan perusahaan yang terkait dengan AI.
Saham pesaingnya, Samsung Electronics, melonjak sekitar sembilan persen dalam perdagangan di Seoul, sementara saham Micron Technology naik hampir enam persen di Wall Street.
Para pelaku pasar kini bersiap menantikan laporan laba kuartalan dari raksasa perangkat lunak Microsoft dan perusahaan induk Google, Alphabet. Laporan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai pengeluaran untuk AI dalam beberapa bulan mendatang.
Pekan lalu, Meta Platforms, yang juga termasuk dalam kategori perusahaan berskala besar (hyperscaler) di bidang AI, mencatatkan arus kas bebas negatif untuk kuartal tersebut. Menurut laporan, ini merupakan kali pertama perusahaan media sosial itu mencatatkan arus kas negatif dalam satu kuartal sejak melantai di bursa pada 2012.
Arus kas keluar Meta disebabkan oleh belanja modal hampir USD35 miliar pada kuartal tersebut, yang sebagian besar dialokasikan untuk pusat data dan infrastruktur terkait AI.
Selain itu, dokumen regulasi menunjukkan bahwa perusahaan telah berkomitmen untuk mengeluarkan dana sebesar USD824,9 miliar di masa depan untuk biaya sewa dan komitmen kontrak yang tidak dapat dibatalkan. Komitmen tersebut sebagian besar berkaitan dengan penyediaan daya komputasi awan (cloud computing) dari pihak ketiga serta perjanjian energi untuk pusat data.
Komitmen masa depan untuk pengembangan AI juga menjadi sorotan setelah Anthropic, dalam dokumen pengajuan penawaran umum perdana (IPO), menyatakan telah menandatangani perjanjian komputasi dan infrastruktur senilai lebih dari USD600 miliar yang akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan.
Di luar sektor teknologi, GE Vernova serta Phillips 66, salah satu perusahaan penyulingan minyak terbesar di dunia, telah merilis hasil kinerja kuartalan mereka pada Rabu. Setelah penutupan pasar, laporan kinerja juga akan diumumkan oleh produsen peralatan semikonduktor KLA, perusahaan telekomunikasi T-Mobile US, dan platform perangkat lunak berbasis cloud, ServiceNow.