Dolar AS Menguat Tipis, Mata Uang Lain Bergerak Terbatas

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Dolar AS Menguat Tipis, Mata Uang Lain Bergerak Terbatas

Eko Nordiansyah • 22 October 2026 08:35

New York: Dolar AS menguat tipis pada Rabu, 21 Oktober 2026, sementara mata uang utama lainnya seperti euro, poundsterling, dan yen menunjukkan pergerakan terbatas. 

Dengan minimnya agenda ekonomi AS serta Federal Reserve yang sedang berada dalam periode tenang (blackout period) menjelang keputusan kebijakan moneter pekan depan, pelaku pasar mata uang kekurangan katalis berita.

Sementara itu, harga minyak naik tipis seiring penilaian para pedagang terhadap kemungkinan kemajuan diplomatik antara Rusia dan Ukraina, di tengah belum adanya terobosan berarti dalam pertemuan antara pejabat Pakistan dan Iran.

Dikutip dari Investing, Kamis, 22 Oktober 2026, indeks Dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,1 persen ke level 101,78.

Euro melemah tipis akibat kerusuhan di Prancis

Euro melanjutkan pemulihan tipis untuk sesi kedua berturut-turut, naik 0,1 persen menjadi USD1,1234. Namun, mata uang tunggal ini tetap berada dalam posisi rentan, dengan penurunan bulanan mencapai hampir satu persen, seiring dengan antisipasi pelaku pasar valas terhadap friksi politik dan fiskal yang terus berlanjut di ekonomi terbesar kedua zona euro tersebut.

Pemerintah Prancis pada Selasa mengonfirmasi akan mengerahkan personel militer bersama dengan kepolisian untuk membentuk perimeter keamanan berskala besar menjelang aksi protes nasional baru yang dijadwalkan pada Sabtu.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Langkah ini diambil sebagai pengakuan atas kegagalan pihak berwenang dalam meredam kerusuhan penuh kekerasan yang terjadi akhir pekan lalu di Paris dan berbagai wilayah lainnya.

Ketidakstabilan sosial yang terus berlanjut telah sangat membatasi prospek konsolidasi fiskal dalam negeri. Hal ini mendorong biaya pinjaman tenor 10 tahun Prancis mendekati level tertinggi dalam 24 tahun terakhir, serta memperlebar selisih credit default swap (CDS) negara tersebut dibandingkan dengan obligasi acuan Jerman (German Bunds) ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Di bagian lain Eropa, mata uang poundsterling naik tipis 0,1 persen menjadi USD1,3396, menyusul lonjakan sebesar 0,6 persen pada hari sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu oleh data pasar tenaga kerja yang beragam, yang memperkuat argumen bagi Bank of England untuk menaikkan suku bunga.

Yen menguat tipis

Di Asia, yen Jepang diperdagangkan sedikit lebih kuat ke level 158,10 per dolar.

Para pedagang tetap bersikap sangat hati-hati terhadap kemungkinan intervensi langsung di pasar valuta asing oleh otoritas Tokyo, mengingat nilai tukar saat ini berada di dekat level harga yang sebelumnya memicu peringatan resmi dari pihak berwenang.

Yen mendapatkan dukungan mendasar dari ekspektasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan tetap melanjutkan jalur normalisasi kebijakan moneter secara bertahap.

Menyusul lelang obligasi pemerintah Jepang tenor 20 tahun yang mencatatkan permintaan rekor dari institusi, pasar kini menantikan pertemuan kebijakan BOJ minggu depan untuk mendapatkan prakiraan inflasi terbaru serta panduan kebijakan ke depan.

Keputusan kebijakan dari bank-bank sentral utama akan segera tiba. Terkait BOJ, bank sentral ini termasuk di antara sejumlah bank sentral yang akan mengumumkan keputusan suku bunga antara 28 hingga 30 Oktober.

Bank sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 1,25 persen, setelah kenaikan bersejarah pada September, dengan para pelaku pasar sangat mencermati konferensi pers Gubernur Kazuo Ueda untuk mencari petunjuk mengenai waktu penyesuaian suku bunga berikutnya.

Di Amerika Serikat, pasar uang secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75 sampai 4,00 persen, meskipun pelaku pasar pendapatan tetap (fixed income) terus memperhitungkan potensi penyesuaian kebijakan moneter menjelang Desember.

(Eko Nordiansyah)