Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Rupiah Rebound Tipis di Tengah Tekanan Global
Ade Hapsari Lestarini • 20 April 2026 17:43
Jakarta: Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.168 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.189 per USD.
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp17.176 per USD dari sebelumnya Rp17.189 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi faktor stabilisasi jangka pendek.
"Penguatan rupiah ke Rp17.168 terjadi di tengah kombinasi sentimen domestik dan global yang masih cenderung memberikan tekanan, namun diimbangi oleh faktor stabilisasi jangka pendek," katanya kepada Antara, Senin, 20 April 2026.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Baca Juga :
10 Mata Uang Paling Lemah di Dunia
Pelaku pasar mencermati hasil RDG BI
Melihat sentimen dalam negeri, pelaku pasar mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan tetap berfokus pada stabilitas, dengan kecenderungan mempertahankan suku bunga acuan serta mengoptimalkan intervensi di pasar valas.
Dia berpendapat, komitmen BI dalam menjaga nilai tukar, didukung oleh cadangan devisa yang cukup kuat, turut menjaga kepercayaan investor. Selain itu, lanjut dia, aksi ambil untung terhadap dolar AS oleh pelaku pasar domestik juga memberikan dorongan penguatan secara teknikal.
Adapun sisi eksternal, tekanan disebut masih datang dari penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik.
"Di samping itu, ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi, serta kenaikan harga minyak dunia, turut menjadi faktor yang membebani rupiah melalui peningkatan risiko inflasi impor," ungkap Amru.