Gedung DPR ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez
Komisi X Dukung Penambahan Anggaran Kemenpora untuk 2026
Khoerun Nadif Rahmat • 27 January 2026 20:54
Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda besar Kemenpora untuk 2026. Hal ini disampaikan Erick dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Puluhan agenda tersebut dirancang sebagai langkah konkret dalam membangun karakter pemuda serta mengatrol prestasi olahraga nasional sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.
Dua misi utama yang menjadi landasan adalah membentuk pemuda yang patriotik, gigih, dan empati, serta menjadikan olahraga sebagai duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan Indonesia di kancah global.
Rencana besar Kemenpora pada 2026 mencakup berbagai program strategis, mulai dari pertukaran pemuda antarnegara, fasilitasi student athlete melalui jalur LPDP, hingga pembangunan akademi olahraga dan pusat pelatihan tim nasional.
Selain itu, Kemenpora menyiapkan gelaran Indonesia Sport Summit, Youth Camp, serta pengiriman atlet untuk ajang bergengsi seperti Asian Games, Asian Para Games, Youth Olympic Games, hingga Asian Beach Games.
Tak ketinggalan, ajang Australia Terbuka pun tetap menjadi perhatian dalam kalender kompetisi internasional guna menjaga momentum prestasi atlet di level dunia.
Baca Juga:
Komisi III Dukung Usulan Penambahan Anggaran Rp207 Miliar dari KY |
Melihat masifnya terobosan tersebut, Komisi X DPR menilai pagu anggaran Kemenpora sebesar Rp1,15 triliun masih sangat minim. Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyatakan komitmennya mendorong kenaikan anggaran pada 2026 demi memperkuat ekosistem olahraga nasional.
"Kami dari Komisi X DPR RI siap mendukung dan membantu agar anggaran Kemenpora bisa naik. Ini adalah bagian penting dari penguatan ekosistem olahraga, pembangunan pemuda, dan pembinaan atlet usia dini," tegas Hetifah dalam keterangannya, Selasa, 27 Januari 2026.
Menanggapi dukungan tersebut, Menpora Erick Thohir menekankan dukungan legislatif merupakan sinyal positif bagi reformasi birokrasi dan transparansi di tubuh Kemenpora.
"Program yang kami dorong adalah program nyata sehingga hasilnya bisa dirasakan. Komisi X juga mendorong transparansi anggaran, terutama untuk pos-pos baru seperti pembangunan pusat akademi olahraga dan pemusatan latihan 21 cabang olahraga Olimpiade," ujar Erick.