Tanaman padi siap panen (ANTARA/Azmi Samsul M)
194,5 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Tangerang Gagal Panen
Hendrik Simorangkir • 29 January 2026 14:59
Tangerang: Sebanyak 194,5 hektare lahan pertanian di Kabupaten Tangerang puso atau gagal panen. Bencana banjir yang merendam wilayah tersebut menjadi penyebab utama terjadinya puso.
"Dari total 1.387 hektare yang terdampak banjir, 194,5 hektare lahan pertanian itu puso atau gagal panen karena terendam," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, Kamis, 29 Januari 2026.
DPKP Kabupaten Tangerang, kata Ujang, telah melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk rehabilitasi lahan. Pihaknya juga membantu petani yang terdampak dengan menyalurkan bantuan bibit atau benih padi.
"Terkait dengan lahan pertanian yang terindikasi puso, kami telah menyiapkan benih bagi para kelompok tani," kata Ujang.
Ujang menjelaskan 1.387 hektare lahan pertanian terdampak banjir tersebar di 16 kecamatan dan mencakup 49 desa. Sementara itu, lahan yang mengalami puso berada di empat kecamatan.
"Lahan pertanian yang gagal panen ada di Kecamatan Cisoka, Desa Bojongloa dan Carenang terdapat 185 hektare, Kecamatan Panongan, Desa Rancaiyuh dan Rancakelapa 4,5 hektare. Kemudian di Kecamatan Jayanti terdapat satu hektare, Kecamatan Balaraja, Desa Gembong ada dua hektar lahan pertanian," jelas Ujang.

Ilustrasi. Medcom.id
Ujang menambahkan bahwa pihaknya masih terus melakukan identifikasi terhadap wilayah-wilayah pertanian yang terdampak bencana alam.
"Kami masih melihat perkembangan perubahan iklim yang terjadi hingga pertengahan Februari 2026, degan mengikuti perkembangan data-data iklim BMKG. Maka kami masih akan melakukan pendataan lanjutan," ungkap Ujang.