Kenaikan Suku Bunga The Fed Bakal Picu Aksi Jual Emas Jangka Pendek

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Kenaikan Suku Bunga The Fed Bakal Picu Aksi Jual Emas Jangka Pendek

Eko Nordiansyah • 13 September 2026 14:35

New York: UBS pekan ini memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini dapat memicu penurunan harga emas dalam jangka pendek, meskipun mereka memperkirakan penurunan tersebut akan terbatas.

Ahli strategi Joni Teves mengatakan, kepada para investor bahwa ketahanan emas setelah laporan ketenagakerjaan baru-baru ini tidak berarti suku bunga tidak lagi penting, melainkan pasar telah menyerap ekspektasi pengetatan kebijakan yang signifikan.

"Kami memperkirakan kenaikan suku bunga bulan September akan memicu koreksi sesaat, namun tidak menggagalkan pemulihan yang lebih luas," tulisnya, dikutip dari Investing, Minggu, 13 September 2026.

UBS menambahkan bahwa "keputusan untuk mempertahankan suku bunga kemungkinan akan menghasilkan respons kenaikan harga yang lebih kuat."

Jika The Fed menaikkan suku bunga, pergerakan awal harga emas kemungkinan akan turun seiring respons suku bunga riil dan dolar AS, kata Teves, namun permintaan fisik musiman serta pembelian oleh investor institusional dan sektor resmi pada harga yang lebih rendah diperkirakan akan membatasi penurunan tersebut.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Harga logam mulia diproyeksi meningkat

Dalam skenario tanpa kenaikan suku bunga, ia mengatakan investor kemungkinan akan mendorong harga logam mulia ini lebih tinggi, terutama jika keputusan tersebut memicu kembali pertanyaan seputar independensi The Fed.

Teves menyebutkan bahwa risiko bersifat dua arah namun lebih condong ke sisi kenaikan harga. "Emas mungkin masih rentan terhadap kejutan kebijakan hawkish, namun tampaknya semakin sensitif terhadap katalis positif," tulisnya.

Aktivitas pembelian oleh bank sentral tetap berlanjut, tambahnya, dengan Tiongkok menambah sekitar 20 ton pada bulan Agustus sehingga total pembeliannya mencapai sekitar 80 ton tahun ini, laju pembelian terkuat sejak akhir 2023.

UBS juga menyoroti pemulihan bertahap pada ETF emas, peningkatan aktivitas perdagangan di Tiongkok, dan mendekatnya periode permintaan musiman di India sebagai faktor pendukung, sehingga profil risiko-imbal hasil menjelang akhir tahun lebih condong ke arah kenaikan harga.

(Eko Nordiansyah)