Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Metro Jaya Arif Fazlurrahman.
Polisi Sorot Penutupan Pelat Nomor Kendaraan: Bisa jadi Niat Jahat
Muhammad Adyatma Damardjati • 16 September 2026 12:21
Jakarta: Polda Metro Jaya menilai penutupan pelat nomor kendaraan bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa. Tindakan itu dinilai sebagai indikasi awal niat kejahatan yang lebih besar.
"Seorang yang menutupi identitas kendaraannya itu memiliki tension ataupun niat tertentu. Pertama, niat untuk mungkin melakukan pelanggaran dan tidak dikenali. Bisa jadi niat melakukan kejahatan," ujar Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Metro Jaya Arif Fazlurrahman, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
Menurut dia, para pelaku curanmor kerap menggunakan modus mencopot pelat nomor kendaraan mereka. Sehingga dikhawatirkan kendaraan tanpa identitas, merupakan hasil kejahatan.
"Pelaku curanmor itu kerap mencopot pelat nomornya. Yang paling mengkhawatirkan, jangan-jangan kendaraan itu hasil kejahatan atau tidak dilengkapi dokumen sah," kata Arif.
Arif menegaskan pihaknya akan menindak serius pelanggar yang menutupi pelat nomor. Namun, penindakan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan situasi agar tidak menimbulkan kemacetan.
"Pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi kecelakaan lalu lintas seperti lawan arus kita hentikan, kita berikan peneguran dan himbauan. Namun kalau memang masih membandel, lakukan penindakan secara hukum," ujar Arif.

Ilustrasi barang bukti curanmor. Foto: MI/Akmal Fauzi.
Polda Metro Jaya saat ini mengoperasikan ETLE statis di 150 titik bantuan Pemprov DKI, ETLE mobile, ETLE handheld, serta ETLE drone dukungan Korlantas beradius 15 kilometer.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino sepakat bahwa menyembunyikan identitas kendaraan berkaitan erat dengan potensi kriminalitas. Ia menilai tindak kriminalitas jalanan selalu diawali dari perilaku tidak tertib berlalu lintas.
"Kalau kita bisa mengantisipasi kendaraan-kendaraan yang tidak berplat nomor, terus juga orang-orang yang tidak menggunakan helm berkendara, otomatis perilaku-perilaku negatif atau kriminal di kemudiannya itu bisa diantisipasi," kata Wibi.