Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Metrotvnews.com/ Antonio
Mensos Gus Ipul Kecam Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren
Antonio • 7 May 2026 15:34
Bekasi: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengecam keras kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan pemimpin pesantren terhadap santriwatinya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ia mengaku sangat kecewa dengan adanya peristiwa tersebut.
“Kami terus terang tidak hanya berhati-hati, kami mengecam keras, kami kecewa, kami sungguh-sungguh mengutuk ya ada pesantren dijadikan kedok,” kata Gus Ipul di Bekasi, Rabu malam, 6 Mei 2026.
Gus Ipul mengatakan lingkungan pesantren seharusnya menjadi ruang aman untuk pendidikan moral dan agama. Bukan sebaliknya, justru dimanfaatkan untuk tindakan yang menyimpang.
“Hanya untuk melakukan, melampiaskan hal-hal yang tidak seharusnya terjadi di pesantren,” ujar Gus Ipul.
Di sisi lain, Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial telah melakukan langkah penanganan terhadap korban. Mulai dari asesmen hingga pendampingan intensif.
“Ya kita lakukan pendampingan juga, kita lakukan asesmen juga. Jadi beberapa pendamping kami sedang mencoba untuk melakukan komunikasi, melakukan pendampingan,” jelasnya.
Gus Ipul menambahkan, pemerintah juga menyiapkan layanan lanjutan guna mendukung pemulihan korban secara menyeluruh. “Dan kami siap nanti untuk membantu jika memerlukan layanan-layanan psikososial termasuk tentu adalah layanan residensial,” tambahnya.

Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah. (Metro TV/ Udin Ali Nani)
Gus Ipul menyatakan, fasilitas layanan tersebut telah tersedia di wilayah Pati untuk mempercepat proses pemulihan korban. “Di Pati kami ada sentra yang bisa membantu para korban untuk memperoleh layanan-layanan yang membantu segera memulihkan secara mental, secara fisik, dan lain seperti ini,” ucapnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk memperketat pengawasan terhadap lingkungan pendidikan, khususnya pesantren, tanpa melakukan generalisasi. Ia menegaskan banyak pesantren tetap menjalankan fungsi pendidikan dengan baik.
“Untuk itu kita sama-sama mari berikan pengawasan secara ketat ya dan kita jangan sama ratakan. Ini kasus, banyak pesantren-pesantren yang telah mendidik dengan sungguh-sungguh para santrinya,” tutur Gus Ipul
Ia menegaskan, perlindungan terhadap santri harus menjadi prioritas bersama, baik bagi korban maupun santri lain di lingkungan tersebut.
“Mari kita jaga ini para santri ini, tidak hanya para korban tapi juga santri yang ada di sana, semuanya harus kita beri perlindungan. Kita perlu juga berikan rehabilitasi dan pemberdayaan,” ucap Gus Ipul.