Harga Emas Turun Dipicu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Turun Dipicu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Eko Nordiansyah • 8 September 2026 08:23

Chicago: Harga emas bergerak di kisaran USD4.400 pada Senin, 7 September 2026, karena data tenaga kerja (payrolls) AS lebih kuat dari perkiraan, sehingga mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tetap tinggi. Sementara kenaikan harga minyak menambah kekhawatiran mengenai inflasi yang sulit turun (sticky inflation).

Investor kini beralih memantau data inflasi AS minggu ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai langkah The Fed berikutnya.

Dikutip dari Investing, Selasa, 8 September 2026, harga emas spot turun 0,6 persen menjadi USD4.403,69 per ons. Sementara emas berjangka turun 0,6 persen menjadi USD4.448,85. Emas sempat turun satu persen pada Jumat.

Peluang kenaikan suku bunga The Fed

Pemberi kerja di AS menambah 162 ribu lapangan kerja pada Agustus, melampaui perkiraan, sementara tingkat pengangguran tetap stabil. Data pasar tenaga kerja yang lebih kuat ini memperkuat argumen bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan tanggal 15 hingga 16 September.

Pasar kini memperkirakan adanya peluang sekitar 60 persen untuk kenaikan suku bunga bulan September. Ketika suku bunga naik, aset penghasil pendapatan menjadi lebih menarik dibandingkan memegang logam mulia.
(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Dolar juga menguat pada Jumat, yang menjadi hambatan tambahan bagi emas karena mata uang AS yang lebih kuat membuat emas (yang dihargai dalam dolar) menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

"Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin yang kami perkirakan terjadi pada 16 September seharusnya memberikan dukungan sementara bagi dolar – terutama terhadap mata uang dengan imbal hasil rendah," kata analis ING dalam sebuah catatan kepada klien.

Uji pasar besar berikutnya akan datang dari data harga produsen AS pada Kamis dan data harga konsumen pada Jumat. Laporan-laporan tersebut dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga yang meningkat baru-baru ini atau justru memberi alasan bagi para pedagang untuk menurunkannya kembali.

Konflik AS-Iran disorot

Iran menyatakan telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz, serta beberapa kapal yang terkait dengan Amerika Serikat, sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap sejumlah kapal pada akhir pekan lalu.

Insiden bentrokan terbaru ini memicu kekhawatiran baru mengenai arus energi yang melewati jalur perairan strategis tersebut. Minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran USD97 per barel; hal ini menambah risiko biaya energi yang lebih tinggi dapat memperkuat tekanan inflasi dan membuat The Fed semakin enggan melonggarkan kebijakan.

Harga emas cenderung bergerak dalam kisaran yang relatif sempit sejak pulih dari level terendah di dekat USD4.000 per ons pada Juli.

Penurunan harga logam mulia ini hingga di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average) di level sekitar USD4.526 pada pekan lalu telah menyebabkan gangguan teknis jangka pendek.

(Eko Nordiansyah)