Ditlantas Diminta Maksimalkan Pengawasan Berbasis E-TLE

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana

Ditlantas Diminta Maksimalkan Pengawasan Berbasis E-TLE

Siti Yona Hukmana • 25 May 2026 16:34

Jakarta: Jajaran Ditlantas seluruh Polda diminta memaksimalkan pengawasan dan penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau kamera tilang elektronik. Hal ini sejalan dengan komitmen Korlantas Polri mengedepankan pendekatan humanis dalam penertiban lalu lintas. 

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan pendekatan polisi lalu lintas (Polantas) saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penindakan atau tilang, tetapi mengedepankan edukasi, pendekatan hati, dan kedekatan dengan masyarakat. Transformasi digital melalui E-TLE menjadi langkah untuk mewujudkan penegakan hukum yang transparan, modern, dan berkeadilan.
 


“Pendekatan kita bukan tilang lagi, bukan penegakan hukum semata, tapi pendekatan hati. Anda harus dekat dengan masyarakat, merangkul masyarakat. Ketika mereka dirangkul dan diajak silaturahmi, mereka malu untuk melakukan pelanggaran,” kata Agus dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.

Agus mengapresiasi jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda yang dinilai aktif membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat, termasuk pengemudi ojek online (ojol) serta berbagai komunitas pengguna jalan. Menurutnya, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.


Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana

“Saya terima kasih kepada rekan-rekan Dirlantas yang sudah mengelola itu. Jadi rangkul ojol, rangkul komunitas, ajak silaturahmi, dan bahkan ke depan nanti kita akan menciptakan Asosiasi Ojol Nusantara,” ujar Agus.

Ia menilai pengemudi ojol merupakan bagian penting dari masyarakat, karena setiap hari berada di jalan raya. Jenderal polisi bintang dua ini meyakini ojol dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam memberikan informasi maupun menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.

“Ini bagian daripada saudara kita yang selalu berada di jalan, yang bisa menginformasikan, yang bisa kita ajak diskusi. Alhamdulillah, saat saya turun ke lapangan, semuanya bangga karena kita rangkul,” ungkap Agus.

(Fachri Audhia Hafiez)