Menkeu Suahasil Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Kenaikan Suku Bunga The Fed

18 September 2026 11:24

Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus tercatat tetap kuat dan terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat gejolak geopolitik serta kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Hingga akhir Agustus, realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65 persen dari target. Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp2.295 triliun sehingga menghasilkan defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa pengelolaan fiskal nasional masih berjalan sesuai dengan target (on track) dengan keseimbangan primer yang positif.

"Hingga akhir Agustus kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif. Defisit tetap dalam batasan yang terkendali, dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track," kata Suahasil Nazara dalam tayangan Breaking News Metro TV, Jumat, 18 September 2026.



Suahasil menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau dinamika ekonomi global untuk merumuskan langkah antisipasi, terutama setelah The Fed menaikkan suku bunga ke tingkat 5 persen dengan ekspektasi bertahan tinggi dalam jangka panjang (higher for longer). Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah juga menambah volatilitas pasar keuangan global.

"Memperhatikan apa yang terjadi di global itu menjadi penting untuk kita menyiapkan antisipasi perekonomian Indonesia, dan salah satu antisipasinya adalah antisipasi yang harus dilakukan oleh APBN," ujar Suahasil.

Meskipun pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan mengalami moderasi, perekonomian Indonesia dinilai tetap tangguh (resilient). Kondisi ini didukung oleh capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I yang berada di angka 5,45 persen serta tingkat inflasi yang terjaga di level 3,19 persen.

"Kalau kita sudah lihat Indonesia semester I 5,45 persen, lalu kemudian kita dapat angka kemarin inflasi 3,19 persen. Itu adalah angka-angka yang cukup memberikan confidence kepada kita bahwa perekonomian Indonesia itu stay resilient," tutur Suahasil.

Ia menambahkan bahwa ketahanan ekonomi nasional didorong oleh aktivitas konsumsi, transaksi di masyarakat, serta investasi yang terus bergerak positif di tengah variasi pertumbuhan negara-negara mitra utama.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X