Lestarikan Jejak Sejarah, Pemprov Kepri Bangun Museum dan Monumen Bahasa Indonesia

25 September 2026 16:13

Tanjungpinang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menyebut akan membangun museum dan monumen bahasa Indonesia, di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, dalam rangka melestarikan jejak sejarah. Upaya ini juga sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-24 Provinsi Kepri.

Pulau Penyengat dipilih karena memiliki peran sejarah penting dalam proses pembakuan bahasa Melayu dan menjadi cikal bakal bahasa Indonesia. Keberadaan tokoh dan karya monumental Raja Ali Haji di pulau ini juga menjadi faktor yang menempatkan Pulau Penyengat sebagai salah satu tonggak utama lahirnya bahasa Indonesia. 

Pemprov Kepri menyebut pembangunan museum dan monumen Bahasa Indonesia akan diawali dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026 dan dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, serta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.


Pada kesempatan itu, Mendagri Tito memberikan pujian tinggi kepada pihak Pemprov Kepri yang telah berinisiasi membangun museum dan monumen Bahasa Indonesia. Bangunan ini akan menjadi bukti fisik yang kuat sejarah lahirnya bahasa Indonesia

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Gubernur. Dengan adanya museum dan monumen ini, nantinya akan ada bukti-bukti fisik yang bisa menjadi bahan pelajaran bagi masyarakat yang menggunakan bahasa Melayu. Baik yang ada di Singapura, Brunei, dan Malaysia untuk memahami jejak sejarahnya. Selain itu, pembangunan ini tentunya juga menjadi penghargaan kepada Raja Ali Haji dan siapa pun pendahulu,"  ujar Mendagri Tito, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 25 September 2026.

Tito berharap keberadaan museum dan monumen bahasa Indonesia dapat menjadi penguatan identitas serta sarana edukasi, literasi, dan penguatan wawasan kebangsaan bagi masyarakat. 

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X