.,
18 February 2026 15:08
Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memaparkan perkembangan terkini pemulihan layanan pendidikan di wilayah Sumatra terdampak bencana. Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sebagian besar siswa kini telah kembali belajar di sekolah asal.
“Kami sampaikan secara umum yang sudah belajar di sekolah asal itu 3.001 di Aceh, kemudian 626 di Sumatra Barat, dan 1.104 di Sumatra Utara,” ujar Abdul Mu'ti, dalam prorgam Breaking News Metro TV, Rabu, 18 Februari 2026.
Namun, masih terdapat sejumlah siswa yang harus belajar di tenda atau kelas darurat. Tercatat 52 siswa di Aceh, 21 di Sumatra Barat, dan 26 di Sumatra Utara.
"Yang masih menumpang di sekolah lain itu 20 di Aceh dan dua di Sumatra Barat,” kata Abdul Mu'ti.
Secara total, jumlah siswa yang terdampak tercatat 3.073 di Aceh, 649 di Sumatra Barat, dan 1.130 di Sumatra Utara. Abdul menegaskan bahwa kondisi ruang belajar masih belum ideal sepenuhnya.
"Belajar di tenda atau kelas darurat saat ini tersisa 99. Sebagian sudah kembali ke sekolah asal karena proses pembersihan sudah selesai. Sisanya merupakan sekolah yang kondisinya ruang kelasnya sudah tidak bisa digunakan,” jelasnya.
Selain itu, 22 sekolah yang masih menumpang, terutama sekolah yang hanyut akibat bencana dan membutuhkan relokasi. Proses pembelajaran pun belum dapat berjalan normal, karena sejumlah sekolah masih menerapkan shift pagi–siang. Kurangnya ketersediaan meja dan kursi juga membuat sebagian siswa harus belajar di lantai.
"Kurikulum yang digunakan merupakan kurikulum darurat," ucapnya.
(Nada Nisrina)