Reshuffle Jilid 7 dan Pelantikan Pejabat Pemerintahan Prabowo-Gibran

3 October 2026 09:32

Jakarta: Pada Kamis 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik 18 pejabat di Istana Negara. Pergantian ini terjadi 3 pekan sebelum pemerintahan genap berusia 2 tahun. Menjadi menarik karena sebenarnya beberapa waktu lalu Presiden pernah menyinggung terkait reshuffle besar-besaran dan menyebut dasar reshuffle adalah menempatkan the right man in the right place.


Hasil reshuffle kabinet terbaru


Pertama adalah Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, kini dipercaya sebagai Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil tetap merangkap sebagai Menteri ESDM yang artinya koordinasi lintas kementerian untuk agenda hilirisasi dan transisi energi berada di bawah satu komando dengan kewenangan teknis sektor energi yang tetap dipegang. 

Kedua adalah Sugiono yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, kini dilantik sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Ia menggantikan Pratikno. Yang ketiga adalah Dudung Abdurachman. Sebelum menjabat sebagai Menko Polkam, Dudung kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan kini dilantik sebagai Menko Polkam. Ia menggantikan posisi Djamari Chaniago.

Tiga kursi koordinator ini diisi oleh figur yang sebelumnya sudah berada di lingkaran inti pemerintahan. Perpindahan ini juga membuka rantai pergantian berikutnya. 

Di kursi Menteri Luar Negeri, Presiden menunjuk Armanatha Nasir menjadi menteri luar negeri. Sebelumnya Armanatha ini menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dan merupakan diplomat karier yang memiliki rekam jejak panjang dalam hubungan internasional. Dengan demikian pengganti Sugiono berasal dari internal kementerian yang sama sehingga kesinambungan kebijakan luar negeri relatif terjaga.

Di Kementerian Perindustrian, Presiden melantik M. Sarmuji, menggantikan Agus Gumiwang. Sarmuji kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar.
Kemudian pada lingkaran istana, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Dudung Abdurachman. Dan sebelumnya Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolri.

Presiden juga melantik sejumlah wakil menteri. Ada Drajad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Kemudian juga ada dua Wakil Menteri Keuangan. Serta juga ada Wakil Menteri Pertanian dan juga Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. 

Penguatan di Kementerian Keuangan ini patut dicermati karena dua wakil menteri keuangan dilantik sekaligus di tengah pergantian menteri keuangan yang baru terjadi pada September lalu. 

Hasil pelantikan pejabat


Selain Kabinet, pelantikan kemarin juga menyentuh institusi penegakan hukum dan juga pengawasan. Presiden melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan berdasarkan keputusan Presiden nomor 96 dan 97 tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri.

Kemudian Komjen Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri. Dan di saat yang sama Wakapolri sebelumnya, Dedi Prasetyo dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Badan ini termasuk baru yang dibentuk sebagai tindak lanjut Undang-Undang Reforma Agraria yang disahkan beberapa waktu lalu. Kemudian juga ada pejabat lainnya yang dilantik yaitu Ketua Ombudsman yang dijabat oleh Nuzran Joher. 

Tanggapan analis politik


Pernyataan dari salah satu analis politik terkait dengan reshuffle besar-besaran yang dilakukan oleh Presiden Prabowo kemarin berikut dengan pelantikan Kapolri yaitu oleh analis politik Adi Prayitno. Kita baca sama-sama. Adi Prayitno mengatakan kalau soal reshuffle Kabinet kemarin maksudnya ada dua hal yang mempercepat.

Bagaimana visi misi dan juga keinginan Presiden bisa diwujudkan secara signifikan dan tentu adalah bagian dari konsolidasi-konsolidasi politik menuju 2029. Apa maksud pernyataan dari Adi Prayitno? Pada sisi pertama ini percepatan visi misi. Karena pemerintahan memasuki tahun kedua sehingga tuntutan terkait dengan hasil konkret menjadi semakin besar.

Penempatan tiga menko baru dan juga penguatan Wakil Menteri di sektor ekonomi dan keuangan dibaca sebagai upaya untuk bisa mempercepat eksekusi program. Pada sisi kedua ada konsolidasi politik. Jadi Adi ini menyebut pergantian ini juga berkaitan dengan penataan soliditas partai koalisi menuju 2029. Reshuffle ternyata tidak hanya soal kinerja teknis tetapi juga pengaturan keseimbangan politik di dalam koalisi. 

Reshuffle kabinet sebelumnya


Reshuffle pertama terjadi pada 19 Februari 2025 di mana Presiden mengganti Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Satryo Brodjonegoro dengan Brian Yuliarto. Selain itu Presiden juga melantik beberapa kepala dan wakil kepala lembaga.

Lalu kita beralih ke reshuffle kedua pada tanggal 8 September 2025. Ini reshuffle yang paling banyak menyorot perhatian karena ada lima Menteri yang diganti dan sebagai pengganti Presiden melantik empat Menteri dan satu Wakil Menteri. Salah satunya adalah Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Menteri Keuangan.

Kemudian reshuffle ketiga hanya berselang sembilan hari dari reshuffle kedua yaitu pada tanggal 17 September 2025. Djamari Chaniago menjabat sebagai Menko Polkam dan Erick Thohir menjadi Menpora. Sejumlah kursi Wakil Menteri kosong juga turut diisi dalam reshuffle ketiga ini. 

Reshuffle keempat pada tanggal 8 Oktober 2025. Presiden melantik Ahmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri dan Benyamin Paulus Oktavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan.

Dua asisten khusus Presiden juga dilantik dan pada hari yang sama dibentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang diketahui diketuai oleh Velix Wanggai. 

Kemudian, reshuffle kelima ini pada tanggal 27 April 2026. Ada enam jabatan yang dirombak. Mohammad Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Hanif Faisol Nurofiq menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Lalu Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Presiden.

Mohammad Qodari berpindah menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah dan Hasan Nasbi menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Dan terakhir Abdul Kadir Karding menjadi Kepala Badan Karantina Indonesia. 

Reshuffle keenam pada 14 September 2026. Presiden mengganti Menteri Keuangan dan jabatan itu kini diemban oleh Suahasil Nazara beserta sejumlah pejabat lainnya. Di tahun kedua penempatan baru ini bisa mempercepat eksekusi program tapi tujuh kali pergantian menuntut ukuran yang jelas. Apa indikator kinerjanya dan seberapa besar kompetensi ditimbang dibanding dengan komposisi politik.

Rakyat perlu optimis dengan keputusan Presiden tapi di sisi lain juga perlu mengawal. Karena the right man in the right place tidak diuji ketika pelantikan melainkan oleh hasil yang dirasakan oleh masyarakat. Dan itu tadi seputar reshuffle jilid tujuh dan juga pelantikan pejabat pemerintahan Prabowo-Gibran dan jangan ke mana-mana karena Metro Siang akan segera kembali usai jeda.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X