17 June 2026 17:16
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk mendukung program bedah rumah bagi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
"Tadi memang akan segera kita koordinasikan dengan Pak Gubernur, bagaimana untuk dari APBD juga bisa untuk apa membuat program bedah rumah," ujarnya dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu 17 Juni 2026.
Dorongan tersebut disampaikan Tito saat meninjau kawasan permukiman padat penduduk di Jakarta bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Menurut Tito, pemerintah daerah perlu terlibat aktif untuk memperluas jangkauan program perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tito mengungkapkan, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Secara nasional, jumlah rumah yang menjadi sasaran program naik menjadi 400 ribu unit, dari sekitar 45 ribu unit pada tahun sebelumnya.
Khusus di Jakarta, kuota program bedah rumah juga melonjak drastis. Jika sebelumnya hanya sekitar 200 unit, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 5.300 unit.
"Se-Indonesia 400 ribu unit, dari 45 ribu setahun lalu. Itu lompatan luar biasa. Sekarang juga dari 200 ke 5.300 se-Jakarta. Dari 200 tahun lalu ke 5.300," kata Tito.
Dalam kunjungan tersebut, Tito mengaku masih menemukan warga yang telah puluhan tahun tinggal di lokasi yang sama namun belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Salah satunya adalah warga Jakarta Timur yang telah menempati rumahnya selama sekitar 50 tahun tanpa pernah menerima program bedah rumah.