Ekspor Mobil Listrik Tiongkok Melonjak 140% di Tengah Krisis Energi Global

13 April 2026 14:35

Tiongkok: Ekspor kendaraan listrik dan hybrid Tiongkok melonjak lebih dari dua kali lipat pada Maret 2026. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil listrik di tengah guncangan energi global akibat penutupan Selat Hormuz, imbas konflik di Timur Tengah.

Ketidakpastian global mendorong peningkatan permintaan kendaraan listrik di Asia dalam sebulan terakhir. Masyarakat memilih beralih ke kendaraan listrik sebagai untuk menghindari fluktuasi harga BBM.

Peningkatan ini berhasil mencetak rekor tertinggi bagi Tiongkok, dengan lonjakan mencapai 349 unit atau sekitar 140 persen Year on Year (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya.
 

Baca Juga: Indonesia Bisa Hemat Subsidi BBM hingga USD5 Miliar Berkat Bus-Truk Niaga Listrik

Berdasarkan data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), lonjakan permintaan didominasi oleh BYD yang menyumbang sekitar sepertiga dari total ekspor. Sementara itu, Geely Automobile dan Chery Automobile menyusul sebagai tiga besar eksportir utama.

Saham BYD yang terdaftar di Hong Kong tercatat menguat hingga 3,1 persen. Sementara itu, saham Geely dan Chery juga ikut naik di tengah ketidakpastian gencatan senjata yang terus memicu gejolak di pasar energi.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)