Perwakilan Dubes Singapura Ikut Pantau Proses Pencarian Korban Erupsi Gunung Dukono

10 May 2026 01:02

Halmahera Utara: Perwakilan Duta Besar Singapura untuk Indonesia ikut memantau operasi SAR pencarian dua warga negara mereka yang hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Perwakilan tersebut terlihat ikut rapat bersama tim SAR gabungan dan Bupati Halmahera Utara di posko evakuasi, di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

Dalam rapat tersebut, para perwakilan menanyakan mekanisme pelaksanaan operasi SAR. Terutama berkaitan dengan kondisi dua warga mereka yang masih dinyatakan hilang.

Bupati Halmahera Piet Hein Babua menyatakan pihaknya telah memberikan dukungan terhadap tujuh warga negara Singapura yang selamat dari erupsi Dukono. Meskipun mereka berwisata tidak melalui jalur resmi dari pemerintah.

"Kami melakukan investigasi terhadap mereka. Ternyata mereka masuk dengan tanpa ada izin dan pemberitahuan kepada pemerintah daerah. Mereka juga dibawa oleh guide khusus yang juga tidak ada pemberitahuan terhadap pemerintah daerah," kata Piet, dalam program Top News Metro TV, Sabtu, 9 Mei 2026.
 



Untuk sementara ini, pemerintah daerah sudah memberikan peringatan larangan surat per 17 April 2024, bahwa Gunung Api Dukono tertutup secara permanen. Masyarakat diingatkan dilarang beraktivitas di luasan areal 4 kilometer dari titik api.

Sejauh ini, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu pendaki hilang, korban erupsi Gunung Dukono, pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 14.30 WIT. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap, korban merupakan warga negara Indonesia (WNI), berinisial E.

Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dua pendaki WNA yang masih dinyatakan hilang. Terbaru, tim SAR mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban meninggal E.

"Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, pada Sabtu malam, 9 Mei 2026.

Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR hari ini, tim gabungan kembali melanjutkan penyisiran pada Minggu, 10 Mei 2026. Pencarian dikhususkan terhadap dua titik timbunan material yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)