5 Tradisi Cap Go Meh di Indonesia yang Tak Pernah Ada di China

3 March 2026 11:47

Jakarta: Perayaan Cap Go Meh di Indonesia tak hanya identik dengan lampion dan barongsai. Di berbagai daerah, momen hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek ini justru berkembang dengan sentuhan budaya lokal yang kuat bahkan menghadirkan tradisi yang tidak ditemukan di China.

Ragam Tradisi Cap Go Meh Indonesia

Berikut sejumlah tradisi unik Cap Go Meh di Indonesia:

1. Pawai Tatung di Singkawang

Pawai Tatung menjadi ikon Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat. Tatung dipercaya sebagai medium roh leluhur atau dewa. Dalam arak-arakan, mereka melakukan atraksi ekstrem seperti menusuk pipi dengan kawat atau duduk di atas pedang.
 

Ritual ini diyakini sebagai simbol penolak bala dan penyucian kota dari energi negatif. Tak heran, perayaan ini menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya dan menjadikan Singkawang salah satu pusat Cap Go Meh terbesar di Indonesia.

2. Arak-Arakan Sipasan di Padang

Di Padang, terdapat tradisi unik bernama Sipasan. Tandu berbentuk naga atau lipan besar diarak keliling kota, sementara anak-anak duduk di atasnya dan diiringi patung dewa atau Kio.

Tradisi ini memperlihatkan akulturasi budaya Tionghoa dan Minangkabau yang telah terjalin lama di Sumatra Barat.

3. Jappa Jokka Cap Go Meh di Makassar

“Jappa Jokka” dalam bahasa Makassar berarti jalan-jalan. Perayaan ini diisi kirab budaya, pertunjukan barongsai, seni tradisional, hingga festival kuliner yang terbuka untuk masyarakat luas.
Suasana meriah dan inklusif menjadikan Cap Go Meh di Makassar sebagai ajang kebersamaan lintas budaya.

4. Ziarah ke Pulau Kemaro

Di Palembang, umat Tionghoa melakukan ziarah ke klenteng yang berada di Pulau Kemaro, sebuah pulau kecil di tengah Sungai Musi.
Selain sebagai tempat ibadah, Pulau Kemaro juga dikenal dengan legenda cinta tragis yang menjadi cerita turun-temurun dan memperkaya nilai budaya setempat.

5. Lontong Cap Go Meh di Pulau Jawa

Berbeda dari hidangan khas di China, masyarakat Tionghoa di Jawa memiliki tradisi kuliner khas berupa lontong Cap Go Meh. Menu ini terdiri dari lontong, opor ayam, sayur labu siam, telur pindang, hingga bubuk kedelai.

Hidangan ini menjadi simbol kuat akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang telah berlangsung ratusan tahun.
 

Cap Go Meh di Indonesia bukan sekadar perayaan penutup Imlek. Ia menjadi bukti bahwa budaya dapat berbaur tanpa kehilangan identitas aslinya.

Dari Singkawang hingga Palembang, tradisi-tradisi ini menunjukkan bahwa keberagaman bukan hanya dirayakan tetapi juga dirawat dan diwariskan lintas generasi.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Calista Vanis)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)