Kemarau Ekstrem Picu Krisis Air Bersih di Pati dan Maros

8 September 2026 11:05

Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) terus meluas. BPBD Kabupaten Pati mencatat sebanyak 25 desa di 9 kecamatan kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. 

Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia pada Selasa, 8 September 2026, warga Desa Kletek, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jateng terlihat memadati bak penampungan air yang terbuat dari terpal. Warga mengaku hanya bisa bergantung pada bantuan pasokan air bersih yang tidak selalu datang.

"Ya nggak mesti Pak. Ini kemarin empat hari (bantuan air bersih) baru ada. Kalau buat empat hari ya nggak cukup Pak sebetulnya," ujar Warga Kletek, Mutoyib. 

Sementara itu, tidak hanya di Pati, kekeringan ekstrem juga melanda wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kekeringan ini telah meluas hingga ke 11 kecamatan dan berdampak terhadap 100.000 warga.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Maros, TNI dari Kodim 1422 Maros bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan air secara bergiliran ke sejumlah wilayah terdampak. 

Pasokan air juga ditingkatkan, jika sebelumnya hanya 15 tangki per hari, sekarang ditingkatkan menjadi 30 tangki per hari. 

TNI bersama BPBD bahkan mulai menyasar wilayah pegunungan yang jauh dari sumber air seperti di Kawasan Kapang untuk memastikan warga bisa memperoleh air bersih. Pemerintah Kabupaten Maros sendiri telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan sejak awal Agustus.

(Lutfia Azzahra)

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X