1 September 2026 18:51
Pemerintah menyiapkan alokasi dana siap pakai (DSP) sebesar Rp5 triliun melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Secara khusus di wilayah yang terdampak cukup parah, seperti wilayah Kalimantan dan wilayah Sumatra.
Alokasi dana ini sebagai bentuk antisipasi dari pemerintah, lantaran bulan September diprediksi menjadi puncak penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prediksi ini disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Dikutip dari Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa, 1 September 2026, Raja menyebutkan, sebanyak 169 zona atau sekitar 25,4 persen wilayah daratan Indonesia baru memasuki puncak musim kemarau pada September. Termasuk wilayah Sumatra Selatan (Sumsel), Lampung, Kalimantan bagian selatan, dan sejumlah wilayah lainnya.
Beberapa langkah penanggulangan telah disiapkan oleh pemerintah, di antaranya pendirian posko dan pengerahan personel darurat sebanyak sekitar 2.515 personel Manggala Agni di 34 daerah operasional.
Total secara keseluruhan tercatat 12.880 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, dan juga relawan yang dikerahkan untuk memperkuat pemadaman karhutla.